Perencanaan Studi Kelayakan Waterboom Masih Di Pertanyakan

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Perencanaan studi kelayakan waterboom di taman bebek Kota Muarabulian Kabupaten Batanghari, masih di pertanyakan. Pasalnya, dalam perencanaan studi kelayakan ini menjadi sorotan banyak pihak, baik dari masyarakat Batanghari, LSM, tokoh masyarakat dan juga tokoh pemuda di Provinsi Jambi ini.
” Ya, ini masih menjadi pertanyaan kita terhadap studi kelayakan waterboom yang saat ini bangunan sudah punah,” kata Andi, warga Kota Muarabulian.
Dia menjelaskan, dalam proses perencanan abal-abal ini membuat bangunan waterboom saat ini tidak sesuai spek dan banyak masalah dari perencanaannya. Selaku masyarakat, hal ini sangat disayangkan sekali karena pihak perencanaan dalam hal ini Bappeda. Bahkan, dalam dugaan pada perencanaan dan studi kelayakan waterboom Batanghari sudah dilaporkan ke pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarabulian.
Senada dikatakan, Ismail, warga Batanghari, bahwa dalam proses perencanaan ini memakai keuangan negara. Dan dalam hal ini juga harus di pertanggungjawabkan.
” Jika masih ada yang memegang dokumen perencanaan studi kelayakan waterboom ini, silahkan laporkan kembali, ini harus di usut,” jelasnya.
Terkait dengan pemberitaan waterboom yang sudah di share kesebahagian media sosial mendapat tanggapan dari berbagai elemen dan masyarakat di dalam wilayah Kabupaten Batanghari. Sebab ini merupakan pekerjaan penyidik hukum untuk mengusut proses pada studi kelayakan waterboom yang saat ini sudah terbengkalai.
Bahkan, DPRD menilai pembangunannya belum masuk skala proritas dan masih ada yang lebih penting di banding waterboom yang kini sudah terbengkalai. Namun, Pemkab Batanghari melalui tim anggaran pemerintah daerah menginginkan pembangunan waterboom dilaksanakan tahun 2012.
Disamping itu, pihak pemerintah beralasan bahwa pembangunan waterboom adalah aspirasi masyarakat dan merupakan satu diantara Visi Misi pasangan Bupati waktu itu. Sedangkan waktu itu, seorang anggota DPRD, Amin kepada Tribun Jambi, rencana waterboom itu paling lama dibahas dan menjadi sorotan di banggar serta komisi-komisi.
Dalam membuat studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) paling lama tiga bulan setelah disahkan, yang merupakan syarat Pemkab juga diduga bermasalah. Dan juga pembangunan waterboom hanya mendapat dukungan dari sejumlah elemen kepemudaan.
Sementara itu, mantan Kepala Bappeda Batanghari, Amir Hasbi, hingga berita ini disiarkan belum berhasil untuk dimintai keterangan terhadap perencanaan studi kelayakan yang pernah dia buat. Dan, beliau juga sempat di panggil pihak Kejari Muarabulian atas laporan LSM terkait masalah studi kelayakan itu. (Yan)