Tahun 2017 lalu, Di Pemayung Batanghari pernah terjadi penangkapan teroris

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pada tahun 2017 lalu, di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari pernah terjadi penangkapan teroris oleh densus 88. Hal ini dikatakan, AKP Iskandar, MH, Kapolsek Pemayung pasca terjadinya peristiwa salah seorang Santri  berinisial AB (15) yang masih duduk di kelas IX di pesantren Irsadul Hibad menjadi korban terkena letusan peluru di bagian muka, pada kamis siang (05/07).
” Ya, di tahun 2017 lalu pernah terjadi penangkapan Teroris oleh Densus 88,” kata Kapolsek, kepada sejumlah wartawan.
Saat menjawab pertanyaan wartawan,? Apakah kasus yang terjadi saat ini ada hubungan nya dengan Teroris, AKP Iskandar mengungkapkan, belum tau pasti akan tetapi di tahun yang lalu pernah terjadi penangkapan teroris oleh densus 88 di wilayah hukum polsek pemayung.
” Saya juga belum lama bertugas di sini tapi Juli 2017 lalu letak nya di kebun Joni NGK pernah di bikin untuk pelatihan teroris dan terjadi penangkapan  teroris oleh Densus 88 dan langsung di bawa ke jakarta,” ujarnya.
Dan terkait keterlibatan Pondok pesantren dengan teroris, lanjut Iskandar, itu belum bisa kita ketahui akan tetapi kami akan terus dalami lagi kasus ini.
” Sabar, dan nanti akan kita lapor kan informasi terbaru nya,” jelas Iskandar.
Pasca kejadian santri terkena peluru senpi sudah di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) jambi, masalah ini masih menjadi persoalan serius bagi musibah ini.
Sementara itu hingga berita ini di terbitkan pihak Pondok Pesantren juga enggan memberikan komentar kepada awak media atas kejadian yang menimpa siswa nya itu. (rud).