Diduga, ada pengelolaan minyak mentah ilegal di Bajubang Batanghari

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kuat dugaan, ada pengelolaan minyak mentah di Kampung VI Desa Nes Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Pengelolaan minyak mentah ini merupakan hasil dari sumur bor minyak yang terbakar beberapa hari lalu di Desa Pompa Air Kecamatan setempat.

“ Kami sudah lama mengetahui bahwa di Kampung VI Desa Ness ini ada tempat pengelolaan minyak dan disana, minyak ilegal ini diolah menjadi minyak tanah dan di jual kepada penampung-penampung diluar wilayah Kabupaten Batanghari,” kata sumber yang enggan menyebutkan namanya, Selasa.

Sumber media Kulitinta.id ini juga mengatakan, untuk ke lokasi pengelolaan minyak mentah ilegal hasil dari sumur bor minyak ilegal ini di jaga ketat oleh warga setempat dan di lokasi pengelolaan minyak ini diolah oleh orang luar. Orang luar yang dimaksud diduga orang yang mengelolahnya adalah orang sumatera selatan.

“ Mereka bekerjasama dengan warga setempat dan menurut informasi dari warga, diduga pengelolaan minyak ini dibekengi oleh aparat,” ungkapnya.

Senada dikatakan Sopian, warga Kecamatan Muarabulian, dengan adanya aktivitas sumur bor minyak ilegal dan pengelolaan minyak ilegal ini harus ditindaklanjuti dan ini jelas-jelas melanggal aturan, apalagi ada dugaan dibelakang aktivitas ini ada dugaan nama aparat.

“ Saya pernah menelpon warga Desa Nes dan menurut pengakuan dari warga setempat bahwa pengelolaan minyak ilegal ini sudah lama beroprasi dan belum ada orang yang dapat menyetop aktivitas ini, baik itu pemerintah maupun aparat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan sumur bor minyak ilegal miliki, Jono, warga Kecamatan Bajubang yang terbakar beberapa hari lalu harus segera ditindaklanjuti dan harus diproses secara hukum. Sebab aktivitas ilegal ini jelas-jelas salah dan mengakibatkan keresahan bagi masyarakat di dalam wilayah Kabupaten Batanghari.

“ Terbakarnya sumur bor minyak ilegal milik Jono ini harus dipertanggungjawabkan dan ini dibenarkan langsung oleh seorang PNS Kantor Camat Bajubang, Hardani dan saya mohon aparat jangan tutup mata, karena kita tidak ada yang kebal akan hukum,” katanya lagi. (Ist)

Editor : Heriyanto, SH    

Related posts