Penonton Bola Kaki Desa Simpang Rantau Gedang Mersam serang pemain Kelurahan

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Penonton bola kaki yang merupakan warga Desa Rantau Gedang serang pemain dari Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari. Pasca penyerangan yang dilakukan oleh warga desa setempat berawal dari kedua pemain adu siku di lapangan.

” Awal kejadian, Robi, seorang pemain bola kaki dari kelurahan kembang paseban rebutan bola dengan pemain simpang rantau gedang, Robi langsung balik arah mendekat pemain rantau gedang, setelah itu penonton langsung masuk lapangan dan membabi buta menyerang seluruh pemain  kembang paseban,” kata Andi, panitia pemain kesebelasan Kelurahan Kembang Paseban.

Dia mengatakan, terjadinya penyerangan yang dilakukan warga desa setempat yang merupakan tuan rumah pada pertandingan menyambut hari ulang tahun (HUT) RI Ke73 ini. Enam orang korban pemukulan dari pemain Kembang Paseban, yakni Haikal Redo, Andi, Hasan, Dani, Robi dan lukman sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Mersam.

” Awal mulainya kedua tim ini bermain sekitar pukul 17:00 WIB dan sekitar pukul 18:10 kejadian pemukulan ini terjadi dan kami menduga pihak panitia tidak melibatkan pihak keamanan dalam pertandingan bola kaki dan sebagai tuan rumah, panitia harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Senada dikatakan Rinto, menejer dari pemain Kembang Paseban, kejadian ini sangat disayangkan. Sebagai tuan rumah, pihak panitia tidak melibatkan pihak keamanan dalam pertandingan bola kaki jelang HUT RI Ke 73 ini.

” Semua korban sudah melaporkan ke pihak kepolisian dan kami kami akan minta pertanggungjawaban dari pihak panitia dan juga desa. Dalam hal ini Kepala Desanya,” jelas Rinto.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Rantau Gedang, Supriyadi, membenarkan akan kejadian tersebut, pada pasca kejadian dirinya tidak ada ditempat dan kronologis kejadian ini sudah di ceritakan langsung oleh ketua panitia pertandingan bola kaki, Junaidi.

” Kebetulan pada kejadian pemukulan ini, saya berada di jambi dan dalam pertandingan ini, pihak kami tidak melibatkan pihak keamanan dalam hal ini pihak kepolisian,” kata Supriyadi, lewat Via Ponselnya.

Disamping itu, Junaidi, ikut membenarkan akan kejadian ini dan kejadian ini sebenarnya ada pada pemain dari Kelurahan Kembang Paseban dan dipicu oleh para pendukung para pemainnya yang awalnya masuk kelapangan.

” Untuk keamanan kami serahkan kepada pihak Kecamatan, karena desa kami merupakan tuan rumah dari pertandingan ini sudah meminta pihak kecamatan yang melibatkan pihak keamanan tersebut,” tandasnya. (Ist)

Editor : Heriyanto, SH

 

Berita Terkait