Pasca Pemukulan, Panitia Bola Kaki Desa Simpang Rantau Gedang Harus Tanggungjawab

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Lurah Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Nur Firdaus, meminta kepada pihak panitia bola kaki Desa Simpang Rantau Gedang bertanggungjawab soal pasca pemukulan pemain kelurahan. Hal ini dapat mengakibatkan bentrok antar warga jika persoalan ini tidak dapat diselesaikan secara adat dan hukum.

Dengan adanya pasca pemukulan yang dilakukan pihak tuan rumah Bola Kaki ini, saya meminta kepada pihak panitia dan juga desa bertanggungjawab dan tolong cepat diselesaikan dan malam tadi kami sudah membuat negosiasi penyelesaian tersebut, namun belum ada tanda-tanda permasalahan ini bisa diselesaikan,” kata Firdaus, Senin.

Dia juga mengatakan, pasca kejadian ini pihak panitia dan desa juga tidak melibatkan pihak keamanan. Dan terkait dengan stadmen panitia dan juga kepala desa setempat, yang mengatakan, untuk keamanan adalah tanggungjawab pihak kecamatan, itu salah. Sebab di dalam rapat yang di bahas di kecamatan sudah dijelaskan, bahwa tuan rumah harus membentuk panitia sesuai prosedur.

“ Berdasarkan mediasi semalam, pihak panitia dan juga kades akan segera mengklarifikasi terkait stedmennya, yang mengatakan pihak kecamatan lah yang mengondisikan pengamanan, sedangkan pihak desa simpang sungai puar merupakan tuan rumah saja. Ini jelas-jelas salah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Rantau Gedang, Supriyadi, ketika dihubungi Via Ponselnya mengatakan pada pasca kejadian dirinya tidak ada ditempat dan kronologis kejadian ini sudah di ceritakan langsung oleh ketua panitia pertandingan bola kaki dan untuk keamanan Bola Kaki di desanya adalah tanggungjawab pihak Kecamatan Mersam.

” Kebetulan pada kejadian pemukulan ini, saya berada di jambi dan dalam pertandingan ini, pihak kami tidak melibatkan pihak keamanan dalam hal ini pihak kepolisian,” kata Supriyadi.

Begitu juga dengan, Junaidi, Ketua Panitia Bola Kaki, menjelaskan, akan kejadian ini dan kejadian ini sebenarnya ada pada pemain dari Kelurahan Kembang Paseban dan dipicu oleh para pendukung para pemainnya yang awalnya masuk kelapangan.

Perlu diketahui, pasca terjadinya penyerangan yang dilakukan warga desa setempat yang merupakan tuan rumah pada pertandingan bola kaki menyambut hari ulang tahun (HUT) RI Ke73 ini. Enam orang korban pemukulan dari pemain Kembang Paseban, yakni Haikal Redo, Andi, Hasan, Dani, Robi dan lukman sudah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Mersam pada Minggu (12/8) kemarin. (Rud)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts