Pasca Kemarau, Bantuan Alat Pertanian di Pemayung tak dapat di fungsikan dan mubazir

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pasca kemarau yang melanda di beberapa daerah di sumatera saat ini, membuat keluhan para petani padi di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, terkait dengan bantuan alat pertanian seperti sumur bor dan juga mesin penyedot air yang bermerek mesrtro MT.13000LE yang tidak dapat difungsikan dan dinilai mubazir.

“ Kedua bantuan ini, yakni sumur bor dan mesin untuk para petani padi di Kecamatan Pemayung ini sama sekali tidak dapat difungsikan oleh para petani. Bantuan ini merupakan bantuan Pemkab Batanghari, melalui Dinas Pertanian dan bantuan tersebut adalah dari dana APBD Batanghari tahun 2017 lalu,” kata Rahma, seorang petani padi di Kecamatan setempat.

Dia juga mengatakan, pada musim tanam tahun ini, para petani padi teramcan gagal panen. Karena dampak dari musim panas yang melanda wilayah tersebut, apalagi dengan peralatan seperti mesin penyedot air dan sumur bor bantuan Pemkab ini sama sekali tidak dapat digunakan oleh petani untuk membantu petani mengambil air di sumur bor yang dibuat oleh pihak Pemkab ini.

Abdullah, Ketua Kelompok Hikmah Tani membenarkan, bahwa bantuan Pemkab Batanghari tidak dapat difungsikan dan segenap petani di kecamatan setempat menilai, bahwa bantuan itu dinilai sangat mubazir sekali.

“ Bantuan ini sangat kami sayangkan karena tidak dapat difungsikan, baik itu sumur bor dan juga mesin yang bermerek maestro ini memakai BBM Bensin. Padahal yang kami butuhkan adalah mesin memakai BBM Solat dan saat ini kami memakai alat TNI untuk mengatasi keluhan kelompok tani kami ini,” jelas Abdullah.

Sementara itu, M Amin Z, seorang anggota DPRD dari kecamatan setempat menilai, bahwa bantuan Pemkab Batanghari melalui Dinas Pertanian ini asal-asalan, tanpa ada melakukan sosialisasi terhadap petani soal bantuan yang akan diberikan kepada para petani.

“ Saya juga sudah banyak mendapat laporan dari para petani di wilayah saya ini dan ini akan kita pertanyakan, kenapa bantuan ini asal-asalan, sehingga petani di wilayah saya mengeluh, karena semua bantuan ini tidak dapat difungsikan pada pasca kemarau ini dan ratusan hektar petani padi juga terancam gagal panen, pihak Pemkab harus bertanggungjawab dan juga pihak rekanan,” kata Amin. (Ist)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts