Siasat Zumi Zola: Lantik Orang Kepercayaan Loyal, Royal, dan Total

KULITINTA.ID, JAKARTA –  Zumi Zola Zulkifli disebut jaksa KPK sejak awal berniat mengumpulkan pundi-pundi haram. Siasat Zumi yaitu dengan melantik kepala dinas-kepala dinas yang dapat membantu mewujudkan niatnya itu.

Awalnya, Apif Firmansyah yang merupakan asisten pribadi Zumi menyarankannya untuk melantik Dodi Irawan sebagai Kepala Dinas PUPR Jambi. Saat itu, ada pesan yang dititipkan Zumi ke Dodi.

“Atas saran Apif Firmansyah, terdakwa pada tanggal 16 Agustus 2016 melantik Dodi Irawan selaku Kepala Dinas PUPR Jambi dengan pesan yang disampaikan terdakwa melalui Asrul Pandapotan Sihotang dan Apif Firmansyah kepada Dodi Irawan yakni agar loyal, royal, dan total dan bersedia membantu kebutuhan finansial terdakwa beserta keluarganya,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Apif dan Asrul merupakan kawan Zumi sejak sebelum gubernur. Saat resmi menjadi gubernur, keduanya pun langsung diajak Zumi menjadi untuk mengurusi berbagai urusan gubernur termasuk menerima gratifikasi dari berbagai kontraktor termasuk dari fee proyek.

Setelah Dodi resmi menjadi Kepala Dinas PUPR Jambi, Zumi memintanya berkoordinasi dengan Apif untuk urusan proyek. Dodi diminta untuk mengumpulkan fee dari rekanan kontraktor untuk ijon proyek.

“Sejak bulan September 2016 sampai dengan bulan Mei 2017 berhasil mengumpulkan uang fee ijon proyek 2017 dari para rekanan yang keseluruhan mencapai jumlah Rp 33,404 miliar,” kata jaksa.

Berbagai penerimaan gratifikasi terus dilakukan Zumi hingga total seperti tercantum dalam dakwaan kurang lebih Rp 44 miliar. Selain itu ada pula penerimaan 1 unit Toyota Alphard.

Gratifikasi itu digunakan Zumi untuk kepentingan partai politiknya, PAN. Ada pula uang yang digunakan Zumi untuk kepentingan adiknya, Zumi Laza, sebagai calon Wali Kota Jambi 2018.

Sumber : DetikNews.com

 

Related posts