Pelegalan Ganja Ancam Keselamatan Pengendara di Kanada

KULITINTA.ID, JAKARTA – Keputusan otoritas Kanada melegalkan penggunaan mariyuana disebut memiliki konsekuensi dalam hal keselamatan pengemudi mobil dan motor. Negara-negara yang melegalkan mariyuana berpotensi meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas.

Hasil penelitian lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS) AS, yang berfokus pada negara bagian di mana ganja diperbolehkan, yakni Colorado, Nevada, Oregon dan Washington dengan perbandingan negara bagian yang tidak memperbolehkan peredaran ganja seperti Idaho, Montana, Utah, dan Wyoming. Studi ini dilakukan pada periode 2016-2017.

Hasil studi muncul hanya beberapa jam setelah Kanada melegalkan penggunaan ganja menjelaskan bahwa kecelakaan di negara bagian meningkat hingga enam persen pasca melegalkan penggunaan mariyuana. Angka tersebut didukung data kepolisian yang diberitakan terjadi peningkatan jumlah tabrakan pasca pelegalan ganja hingga 5,2 persen dibandingkan negara bagian yang melarangnya.

“Riset baru yang mencari keterkaitan antara ganja dengan tabrakan dari IIHS dan HLDI mengindikasikan jika melegalkan ganja untuk penggunaan apa pun akan membawa dampak buruk pada keselamatan di jalan,” ujar Presiden IIHS-HLDI, David Harkey mengutip Autoblog.com, Minggu (21/10).

Kendati demikian penyebab kecelakaan dikarenakan pengaruh ganja masih dipertanyakan oleh sejumlah pihak. IIHS sendiri belum menyimpulkan penggunaan ganja memengaruhi keselamatan pengemudi.

Kondisi karena tidak konsistennya informasi penggunaan ganja oleh pengemudi pada laporan kecelakaan di beberapa negara bagian, serta ketidakserasian dalam kebijakan dan prosedur pengetesan ganja.

Bahkan ketika tes dilakukan, hasil yang muncul tidak sepenuhnya menjawab bahwa pengemudi di bawah pengaruh ganja. Tidak seperti alkohol di mana polisi bisa memastikan tubuh pengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Sumber : CNN Indonesia 

Related posts