LP2H Akan Gugat Transmart dan Pemkot Jambi

KULITINTA.ID, JAMBI – Direktur Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup, Tri Joko mengatakan akan melakukan gugatan claas action kepada para pihak, pengembang transmart dan Pemkot Jambi.

Gugatan class action ini dilakukan terkait dampak pembangunan yang dilakukan Transmart terhadap rumah warga, sehingga menyebabkan banjir pada 2 November 2018 di Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Jambi Selatan atau di lapangan Honda Square. Thehok.

Menurut Tri Joko, pihaknya sudah menduga musibah ini akan terjadi. Karena kebijakan pembangunan yang dilakukan tidak memikirkan dampak lingkungan serta segala resiko yang mungkin akan terjadi.

menilai, meski sudah memiliki izin anallisa mengenai dampak lingkungan, namun Pemerintah Kota Jambi melalui dinas terkait tidak mengakaji secara benar dampak yang bakal terjadi, sebab dikaji secara asal-asalan dan dangkal.

“Disitulah (banjir) pembuktian bahwa analisa yang dilakukan terlalu dangkal,” katanya, kepada Inilahjambi, partner kulitunta.id Minggu 4 November 2018.

Dikatakan dia, izin yang telah diterbitkan terkait pembangunan pusat perbelanjaan itu salah, sehingga perlu dikaji ulang lagi.

“Analisa dokumen lingkunganya yang salah. Jadi perlu dikaji ulang,” kata dia lagi.

Untuk itu dia siap membedah dokumen lingkungan yang diterbitkan pemerintah kota jambi itu dan menemukan dimana letak-letak kesalahannya.

“Cubaa minta dokumen lingkunganya ke Dinas Lingkungan Hidup, biar bisa kita pelajari. Jika terdapat kesalahan maka harus segera direvisi, kata dia .

Aktivis ini juga mendesak pengelola dan Pemerintah Kota Jambi memberikan ganti rugi kepada warga yang terdampak banjir, sebagai bentuk pertangungjawaban.

Dia berpesan kepada masyarakat terdampak agar membuat laporan termasuk kepada lembaganya sehingga gugatan yang akan dilakukannya berdasarkan fakta di lapangan dan laporan dari warga. (*)

Editor : Heriyanto, SH

 

 

Related posts