Dinkes Batanghari : Masyarakat jangan anggap remeh penyakit rubella

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batanghari, dr. Elfie Yennie, mengatakan jangan pernah mengaggap remeh penyakit Rubella atau yang disebut juga campak Jerman. Terlebih bila virus yang serupa dengan virus flu ini menginfeksi ibu hamil dan anak-anak.

Rubella adalah infeksi virus dengan gejala utama ruam merah. Seseorang yang terinfeksi virus Rubella akan mengalami gejala lain seperti demam tinggi, pembengkakan kelenjar di sekitar kepala dan leher, batuk dan flu, serta nyeri sendi.

Elfie mengatakan, secara klinis Rubella memang tidak berbahaya. Namun akan sangat berbahaya jika menyerang ibu hamil.
“Janinnya bisa cacat, bisa tuli, kelainan jantung, kelainan otak, dan bahkan bisa meninggal dunia,” katanya.

Saat disinggung jika seseorang telah terinfeksi Rubella, apakah bisa sembuh dengan pengobatan? Elfie menjawab tidak. Untuk itu, ia meminta untuk tidak menggap remeh virus Rubella.

“Tidak bisa, kalau sudah terinfeksi Rubella tidak bisa sembuh,” pungkasnya.

Menurut dia, seperti imunisasi rubellah atau MR juga sangat penting bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15tahun. Penyakit ini di kabupaten batang hari msih di angka 77 persen cakupan dari keseluruhan sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun kabupaten batang hari angka ini masih di bawah target karena tidak mencapai 95 persen.

Imunisasi MR adalah imunisasi Campak dan Rubella yang ada dalam satu vaksin yang berfungsi untuk mencegah 2 penyakit seperti campak dan rubella.

Bahaya dari rubella itu adalah bila dia menular kepada ibu hamil maka janin ibu hamil tersebut bisa cacat ataupun bisa meninggal atau disebut dengan congenital rubella syndrom bila ibu terinfeksi rubella pada saat hamil dini atau hamil muda.

Imunisasi MR bisa mencegah tertularnya infeksi dari virus yang berbahaya tersebut. Untuk Kabupaten batang hari sudah banyak ibu-ibu terinfeksi rubella yang dilihat dari pemeriksaan darah.

Disamping itu pihak Dinkes Batanghari juga mengharapkan agar anak-anak yang diimunisasi MR supaya mereka memiliki kekebalan sehingga bisa memutus rantai penularan penyakit tersebut pada ibu hamil. (Kik/Adv)

Related posts