40 Adegan Pelaku Peragakan Pembunuhan Kasir Toko Bangunan

KULITINTA.ID, BAYOLALI – Polres Boyolali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang kasir toko bangunan, Eka Rakhma Apriliyanti Ifada (24). Seperti apa rekonstruksi yang dilakukan hari ini dengan tersangka Fajar Sigit Santoso (19) yang merupakan rekan kerja korban itu?

Reka ulang berangsung di sejumlah tempat. Antara lain tempat kos korban, kompleks kantor Pemkab Boyolali dan di lokasi pembunuhan sekaligus tempat korban ditemukan, yakni di tengah areal ladang penduduk di wilayah Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Salah satu rekosntruksi, tersangka, Fajar Sigit Santoso yang merupakan rekan kerja itu membekap dan mencekik korban setelah pura-pura menjatuhkan sepeda motornya.

“Kami dari Polres Boyolali melaksanakan kegiatan rekonstruksi. Ada hampir 40 adegan yang dilakukan. Mulai dari penjemputan korban di tempat kos, di warung makan, kemudian di dekat Alun-alun (kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali) dan di lokasi pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto disela-sela memimpin rekonstruksi tersebut, Rabu (19/12/2018).

Dari rekonstruksi tersebut tergambar, semula tersangka menjemput korban di tempat kos. Kemudian diajak jalan-jalan naik sepeda motor. Lalu mereka mampir di warung makan untuk makan malam.

“Saat makan di warung tersebut, tersangka mengutarakan agar tidak ditagih terus dan minta ke korban agar disampaikan ke pimpinannya agar dipindahkan ke tempat kerja yang lama. Namun oleh korban tidak bisa dipenuhi karena dia hanya sebagai kasir. Antara korban dan tersangka sama-sama kerja di tempat yang sama,” jelas Willy.

Setelah makan, tersangka dan korban nongkrong di timur Tugu Jagung kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali. Disitulah, tersangka menenggak minuman keras. Di tempat tersebut, korban kembali menanyakan sisa hutang tersangka sekitar Rp 350.000 dan diminta dilunasi malam itu. Kalau tidak besoknya akan disampaikan ke pimpinan.

Saat itulah kemudian muncul niat tersangka untuk membunuh korban. Saat hendak mengantarkan pulang korban ke tempat kosnya, dibelokkan tersangka ke areal tengah ladang di sebelah barat Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri.

Sesampainya di lokasi yang sepi itu, tersangka pura-pura menjatuhkan motornya. Setelah jatuh, tersangka pura-pura menolong korban dari belakang, namun dia langsung membekap mulut dan hidung korban hingga terjatuh. Tersangka terus membekap dan mencekik korban hinnga korban kehabisan nafas.

“Hasil autopsi bahwa ada luka bekas cekikan dan korban meninggal karea kehabisan nafas,” terangnya.

Setelah korban tak berdaya, tersangka berusaha memperkosannya. Tetapi belum sampai klimaks, tersangka menghentikannya karena nafas korban sudah ngorok-ngorok. Lalu korban diangkat dan ditaruh dibawa pohon jambu. Lalu tersangka pulang.

“Tersangka membawa korban ke tempat tersebut karena tidak jauh dari rumahnya. Artinya dia paham betul situasi dan kondisi di tempat ini,” kata Willy.

Willy mengatakan rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas acara penyidikan. Selain itu juga untuk memberikan gambaran fakta kepada jaksa penuntut umum dan pengacara tentang bagaimana peristiwa tersebut sesungguhnya terjadi.

Setelah digelar rekonstruksi ini, pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara untuk dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Boyolali. Dalam kasus ini, tersangka Fajar Sigit Santoso, remaja asal Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali itu dikenakan Pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati.

Editor : Heriyanto, S.H / Sumber : DetikNews

Related posts