Diduga, Timdu Pemkab Batanghari Berpihak ke Perusahaan Asian Agri Soal Ganti Rugi Lahan

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kuat dugaan, pihak tim terpadu (Timdu) Pemkab Batanghari memihak kepada perusahaan Asian Agri soal pembayaran ganti rugi terhadap dua kelompok tani, yakni, Kelompok Tani Bersatu Mersam dan Kelompok Tani Suka Jadi SPSI Marosebo Ulu.

“Seperti pada berita acara rapat yang sudah dikeluarkan oleh Timdu Pemkab Batanghari, Rabu (21/11), pada intinya Timdu sebagai saksi dan mengawal proses ganti rugi antara petani dengan pihak perusahaan, ternyata petani dibohongi,” kata Asnawi, Ketua Kelompok Tani Bersatu Mersam kepada redaksi kulitinta.id, Rabu.

Dia mengatakan, dari permasalahan keberpihakan timdu terhadap proses pembayaran itu dan saksi atas penggusuran lahan yang juga telah dilakukan pembayaran ganti rugi sudah dibantah oleh pihak petani.

“Apa yang sudah di perbuat oleh timdu batanghari tidak memiliki dasar akan menyelesaikan ganti rugi lahan petani dengan pihak Asian Agri, malahan mengeruhkan suasana dan terus melakukan rapat ulang, ntah berapa kali rapat dan sama sekali masalah ini tidak ada penyelesaiannya,” ujarnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat ini kelompok tani yang terdiri dari dua kelompok tani akan melakukan aksi unjuk rasa dan akan mengancam akan segera menduduki lahan di area perusahaan.

“Luas lahan yang kita punya sesuai dengan dokumen seluas 600 hektar dan dimiliki sebanyak 136 kepala keluarga dan pembayaran ganti rugi juga tidak jelas, seperti lahan yang sudah diganti rugikan terhadap beberapa orang petani,” jelasnya.

Senada dikatakan, Muslim, Ketua Kelompok Tani Suka Jadi SPSI, bahwa selama sengketa terdapat beberapa kejanggalan yang dibuat oleh pihak timdu pemkab batanghari, seperti pernah melakukan molornya rapat sesuai dengan undangan semestinya.

“Rapat yang dilaksanakan pada pukul 09:00 WIB diundur menjadi pukul 11:30 WIB, terus diundur lagi sampai pukul 14:00 WIB. Nah, ini sangat membingungkan pada jadwal yang diberikan kepada kami,” paparnya.

Dia menjelaskan, terkait dengan rapat yang sudah pernah dilaksanakan oleh pihak Timdu, sempat di hadiri oleh sejumlah massa yang mengaku sebagai kelompok tani suka jadi SPSI. Padahal tidak lah semuanya merupakan kelompok taninya.

“Ini perlu dipertanyakan, ada apa ini dan apa yang sudah dilakukan pihak timdu terhadap hak-hak petani yang merupakan kewajiban pemkab batanghari menyelesaikan sengketa yang sudah lama terjadi,” jelasnya.

Bahkan, rapat yang sudah pernah dilaksanakan oleh pihak timdu tidak pernah memenuhi hasil dan terlihat tidak ada keadilan dan diduga memihak kepada perusahaan.

“Nanti kita akan pertanyakan kembali soal take over perusahaan Asian Agri dari PT SJL, ada apa perusahaan ini berubah nama dan saham, karena ini merupakan lahan tranmigrasi dan merupakan program pusat pada era demokrasi ini,” katanya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan aksi unjuk rasa yang tergabung dalam masyarakat tani bersatu tidak juga selesai, bahkan akhirnya atas inisiatif dan proses komunikasi dengan berbagai pihak kepolisian disepakati diadakan pertemuan mediasi antara pihak kelompok tani dengan pihak perusahaan.

Disamping itu, terhadap pertemuan yang sudah dijadwalkan tersebut, Sanggam selaku menejer PT Asian Agri mendadak berhalangan hadir dengan alasan ada perintah dari atasan.

“Di mapolsek mersam sudah kita buat pertemuan penjadwalan pertemuan kembali, namun pihak perusahan berhalangan terus. Kini kami akan kembali melakukan aksi dan mengacam akan menduduki perusahaan sebelum ganti rugi itu selesai,” tandasnya.(*)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts