Bayi 8 Bulan di Bandung Barat Ini Kelainan Tempurung Kepalanya

KULITINTA.ID, BANDUNG BARAT – Raja Azfar Alzanati, bayi berusia delapan bulan, baru terbangun dari tidurnya dan terlihat lemas ketika detikcom menyambangi kediamannya di Kampung Cihamirung, RT 2 RW 4, Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (24/1/2019).

Anak bungsu dari tiga bersudara pasangan Wawan Setiawan (40) dan Yani Mulyati (40) itu menderita penyakit kelainan penutupan tulang tengkorak atau dalam bahasa medis diberi nama Meningoencephalocele.

Jika diperhatikan, pada bagian tempurung kepala Raja terdapat sedikit benjolan bekas operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selain itu, ketika digendong oleh ibundanya terkadang tubuhnya mengalami kejang-kejang seperti terkejut dan kepalanya sedikit lebih besar dibanding anak-anak seusianya.

Sebelum melahirkan, Wawan menjelaskan istrinya sempat menjalani USG di empat rumah sakit berbeda. Hasilnya, dokter menyatakan kalau anak yang dikandung istrinya berada dalam keadaan normal.

“Sempat di USG di empat rumah sakit di antaranya Puskesmas Cihampelas, RSUD Cililin, Klinik Handayani, dan Dokter Budi di daerah Cimareme. Dari empat rumah sakit ini menyatakan bagus atau normal,” kata dia.

Namun Wawan mengatakan, ketika dilahirkan putranya berwarna abu-abu dan tidak terdengar menangis. Selain itu, terdapat benjolan sebesar gelas pada bagian tempurung kepalanya yang mengeluarkan cairan.

Dua bulan kemudian, sambung Wawan, putranya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung untuk menjalani operasi benjolan di tempurung kepalanya sebab kalau tidak segera diangkat cairan yang ke luar akan menyebar ke bagian pembuluh darah.

Wawan menuturkan, bahwa ada dua pendapat berbeda mengenai benjolan di kepala Raja. Pihak RSHS mengemukakan benjolan tersebut merupakan bawaan dari lahir.

Sementara itu, pihak RSUD Cililin menyatakan benjolan tersebut disebabkan adanya sel yang tidak berkembang karena istrinya sempat akan melahirkan kembar siam.

“Memang bawaan lahir, kata RSHS. Kalau kata RSUD Cililin, mau kembar siam tapi tidak berkembang selnya,” terang dia.

Setelah menjalani operasi, Wawan menyebut, bahwa dokter memberi tahu kalau perkembangan Raja akan lebih lambat dibanding anak-anak seusianya. Namun, hal tersebut bisa diatasi kalau anaknya rutin melakukan kontrol.

Saat ini, Wawan mengatakan, bahwa anaknya mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, dan kepalanya membesar. Selain itu, anaknya pun kerap mengeluarkan air mata ketika mengalami kejang-kejang seperti menahan sakit.

“Gangguan mata, pendengaran, dan gerak tubuh kayak kejang. Harusnya menginjak delapan bulan sudah bisa merangkak,” papar dia.

Wawan berharap Raja bisa kembali normal seperti anak-anak seusianya. Saat ini, satu kali dalam seminggu, anaknya rutin dikontrol di Cicendo dan RSHS menggunakan BPJS.

Meski demikian, Wawan yang bekerja sebagai tukang pangkas rambut dan berpenghasilan tidak menentu mengaku kesulitan untuk membeli car seat sebagaimana anjuran dokter untuk mempercepat pertumbuhan sel tulang anaknya.

“Pas direhab, saran dokter harus membeli kursi Car Seat supaya tulang-tulangnya cepat berkembang tapi harganya mahal. Saya tidak sanggup,” tandas dia.

Editor : Heriyanto, S.H / Sumber : DetikNews

Related posts