2 Korban Overdosis Miras yang Dirawat di RSUD Trenggalek Meninggal

KULITINTA.ID, TRENGGALEK – Pesta minuman keras (miras) yang dilakukan sejumlah warga di Kecamatan Watulimo pada saat pemilihan kepala desa serentak memakan korban jiwa. Dua warga tewas diduga akibat over dosis miras.

Kasatnarkoba Polres Trenggalek, AKP Hariyanto, mengatakan korban pertama OK (30) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo tewas sehari pascapesta miras. Sedangkan korban kedua adalah ES (30), warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, mengembuskan napas terakhir semalam setelah menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

“Dugaannya sementara akibat miras, namun kami masih belum bisa memastikan apa yang diminum dan campurannya apa saja, ini masih dalam penyelidikan. Korban kedua itu alamatnya Gembleb, tapi aslinya juga dari Watulimo,” kata Hariyanto, Senin (11/2/2019).
Dijelaskan Hariyanto, kejadian meninggalnya dua warga itu berawal saat adanya pemilihan kepala desa serentak yang dilaksanakan di 132 desa. Sejumlah warga selanjutnya menggelar pesta minuman keras di salah satu rumah warga.

“Alasan mereka untuk jaga malam jelang pilkades,” ujarnya.

Namun berselang sehari setelah pesta miras, sejumlah warga tersebut mengalami gejala over dosis, hingga kondisinya terus menurun. Para korban langsung dibawa ke Puskesmas dan RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saat ini tiga masih di Puskesmas dan satu di RSUD,” imbuhnya.

Sementara itu Humas RSUD Sujiono, membenarkan adanya korban tewas akibat dugaan over dosis tersebut. Korban ES (30) warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Trenggalek meninggal dunia pada pukul 23.08 WIB.

“Yang bersangkutan meninggal dunia sekitar jam 11 tadi malam, dia sebelumnya datang ke rumah sakit kondisinya masih sadar, namun beberapa jam kemudian langsung drop dan kami rawat di ICU,” kata Sujiono, Senin (11/2/2019).

Pihaknya mengaku, saat ini rumah sakit juga tengah merawat satu korban lain HR (45) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, kondisinya kesehatannya menurun. Korban yang sebelumnya dirawat di yellow zone IGD RSUD dr Soedomo dipindah ke ruang redzone.

“Yang HR sekarang di red zone, dia terus gelisah dan penglihatannya juga terganggu,” ujarnya.

Editor : Heriyanto, SH / Sumber : DetikNews

Related posts