Bupati Batanghari Laporkan Kades Pompa Air dan Wartawan Kompas Ke Polres Batanghari

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Bupati Batanghari Ir.H.Syahirsah melaporkan Kepala Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari ke Polres Batanghari, Jumat (29/3/2019) sore. Pelaporan itu terkait dengan pemberitaan Koran Harian Kompas dengan dua artikel yang menuliskan dan menyudutkan Bupati Batanghari.

“Saya melaporkan ini berdasarkan pemberitaan di Media Kompas dengan dua artikel yang menuliskan keterangan dari Kepala Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang. Dalam berita itu Kades Bajubang mengatakan telah mengirimkan surat kepada Bupati Batanghari tentang ilegal drilling dijadikan tambang rakyat, tetapi tidak ada tanggapan dari Bupati Batanghari. Itu sangat tidak benar,” kata  Bupati Batanghari kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

Bupati Batanghari juga mengatakan hingga saat ini tidak adanya surat dari Kades Pompa Air memohon mohon izin tersebut. “Tidak ada seperti yang disampaikan kepada wartawan Kompas tersebut,” tegasnya.

Bupati Batanghari juga melaporkan Media Kompas ke Polres Batanghari tentang pemberitaan yang diterbitkan Pada tanggal 27 Maret 2019 dengan judul “Transaksi Minyak Ilegal Capai Miliaran Rupiah” terbitan Tanggal 29 Maret 2019.

“Hasil tambang ilegal dipasok ke SPBU dalam dua artikel menurut Kades Pompa air, adanya kalimat  kades telah mengajukan izin kepada Bupati, tentang tambang rakyat dan tidak adanya wartawan kompas konfirmasi  kepada saya,” katanya.

“Sampai saat ini surat dari Kepala Desa  Desa Pompa Air tidak ada masuk ke saya. Keterangan dari kepala desa tersebut itu tidak benar (BOHONG) dan wartawan Kompas tidak ada konfirmasi saat menaikan berita pada dua artikel tersebut. Masalah ini sudah saya laporkan ke Polres Batanghari,” katanya.

Bupati juga menyampaikan pesan ke pada Media Kompas segera minta maaf kepada dirinya dan dimuat  di halaman depan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades Pompa Air dan wartawan Kompas belum kita dikonfirmasi terkait laporan Bupati Batanghari tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Dhadang Anin Ditho menjelaskan laporan Bupati Batanghari baru sebatas laporan secara lisan saja, belum bentuk tertulis.

Editor : Heriyanto,SH/sumber:Jambipos.id

Related posts