Sensasi Negeri Diatas Awan Yang Sedot 4000 Pengunjung

KULITINTA.ID, SAROLANGUN – Selain dikarunia kekayaan sumber daya alam, budaya, Indonesia juga dikarunia alam yang indah dan luar biasa. Ada yang dikelola menjadi perkebunan, ada pula yang menjadi tempat wisata. Namun, ada pula yang menyatukan perkebunan sekaligus objek wisata.

Seperti wisata alam di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, menggeliat menjadi destinasi wisata alam yang layak dipuji sekaligus dikunjungi. Sejak dibuka Januari 2019, Bukit Tempurung sudah menarik 4000 pengunjung. Angka yang fantastis, mengingat destinasi ini minim publikasi dan baru digarap.

Lah, kok bisa menyedot pengunjung? Dari mana mereka datang? Apa saja yang ditawarkan? Berbagai pertanyaan ini, bakal mengarah pada wisata alam yang digarap BUMDes Desa Lubuk Bangkar.

Radinal Muchtar, Kepala Desa Lubuk Bangkar mengatakan pada awak media, kedatangan pengunjung melonjak pada Januari lalu. Momen ini, pengunjung berkisar 2000 orang.

Disini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang dirangkai perkebunan warga sepanjang jalur pendakian Bukit Tempurung. Pemandangan yang menarik, karena pengunjung dapat melihat perkebunan karet, coklat dan kopi.

Sejauh ini, akses jalan menuju lokasi dapat ditempuh motor sepanjang 1,5 Km. Pemerintah desa sudah menyiapkan material untuk pembangunan jalan sepanjang 450 meter menuju pondok, WC umum dan tengah disiapkan parkir motor. Jika tak membawa motor, pengunjung tak usah khawatir, menuju lokasi ini dapat menggunakan jasa ojek yang disiapkan penduduk setempat.

Dari sini, Bukit Tempurung ditempuh jalan kaki sejauh sekira 900 meter. BUMDes menyiapkan tenda untuk disewakan bagi pengunjung untuk bermalam dan mendapatkan sensasi Negeri Diatas Awan dari atas 1013 mdpl.

SENSASI NEGERI DIATAS AWAN

Keindahan bukit, suhu yang sejuk yang berganti ditutupi awan, sensasi yang tak terlupakan. Pergerakan awan yang menyelimuti kawasan hijau, pemandangan yang bakal membuat decak kagum.

Fasilitas wisata di puncak bukit, tengah dilengkapi pemerintah desa. Secara bertahap, daya tarik wisata bukit yang berjarak sekitar 80 km itu, bakal dibangun.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan dukungan dari Baznas sekitar 700 juta. Nantinya, akan dibangun restoran, homestay yang dikelola Baznas bersama masyarakat. Kita juga menyiapkan 4 unit teropong, untuk menambah daya tarik. Selain itu memang, sejarahnya bukit ini dulunya merupakan tempat Belanda memantau wilayah. Sejarah ini, masih kita telusuri,” ungkap Kades.

Jika masih minim sentuhan saja menyedot 4000 pengunjung, bagaimana jika sudah dilengkapi Baznas dan BUMDes? Bisa terbayangkan?

DONGKRAK EKONOMI

Kehidupan masyarakat desa yang alami dan konsep pelestarian alam, layak mendapatkan dukungan. Meski sempat diremehkan dan disebut gila, Kades kini mendapatkan dukungan besar warga. Hal ini terlihat dari pembenahan objek wisata yang beberapa diantaranya dilakukan lewat gotong royong.

“Alhamdulillah, desa jadi terkenal, menambah pemasukan warga,” ungkap Rahimah, salah satu pedagang mie dan kopi di jalur pendakian.

Rahimah sendiri memiliki kebun coklat disekitar tempat Ia berdagang. Selain datang karena berjualan, Rahimah bisa sekalian berkebun. Mendukung wisata ini, Ia dan suaminya membuat pendopo di tebing, memanjakan pengunjung menikmati sisi jalur pendakian.

Tak hanya itu, datang ke Desa Lubuk Bangkar, pengunjung masih disuguhi tempat wisata seperti Air Terjun Telun 7 dan banyak spot-spot menarik lainnya.

Sipordi, Direktur BUMDes mengatakan pihaknya tengah menyiapkan agenda untuk menyambut lebaran mendatang. Dimana, momen ini diperkirakan bakal menyedot pengunjung lebih banyak lagi.

“Januari kita dapatkan 12 jutaan, Februari, Maret 7-8 juta,” buka Sipordi menjawab pertanyaan soal income wisata.

Pendapatan yang besar ini, diharapkan BUMDes dapat perhatian pemerintah daerah. Selain dukungan fasilitas, setidaknya infrastruktur dapat ditingkatkan.

“Tentu saja, kita berharap pemerintah mendukung. Paling tidak, soal jalan,” harap Sipordi yang didampingi jajaran BUMDes.

Editor : Heriyanto,SH / Sumber : DinamikaJambi.com

Related posts