Di Medsos Beredar Nama Wali Kota Jambi Dan Bupati Tanjab Barat Soal Dugaan Kasus Korupsi Air Bersih 

KULITINTA.ID, JAMBI – Di media sosial dan facebook beredar isu seperti yang di unggah oleh Syaiful Sulaiman di akunnya, terkait nama Wali Kota Jambi, Syarif Fasha dan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Safrial, soal kasus mark proyek pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung tahun 2010 lalu.

“Dua kepala daerah ini masih dalam pusaran air bersih tahun itu, fakta persidangan tersangka Hendri Sastra/Mantan Kadis PU Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah menyebut nama Sy. Fasha yang diduga telah  memerintah dirinya untuk markup anggaran,” ini isi status unggahan Syaiful Sulaiman, Jumat (31/5).

Dia juga mengayakan, jika Kejaksaan Tinggi Jambi belum memeriksa nama-nama yang disebut, Hendri Sastra patut diduga ada sesuatu dibalik kasus ratusan miliar ini.

Walikota Jambi, Syarif Fasha

“Komisi Pemberantasan Korupsi sudah sering menerima laporan terkait hal ini dan wajar jika KPK harus turun tangan/ supervisi/ ambil alih kasus yang merugikan negara ini,” jelasnya di status facebooknya.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan pemberitaan media online Nusantara News beberapa waktu lalu, bahwa Koordinator Komite Anti Korupsi Indonesia Arifin Nurcahyono mendesak Kegaksaan Agung (Kejagung) untuk menangkap Walikota Jambi, Syarif Fasha dan Bupati Tanjung Jabung Barat H Syafrial berserta Supplier Pipa Aswin pemilik PT Steel Frame pada kasus mark up Proyek Pinanisasi Pembangunan air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang bernilai ratusan milliar, yang dimulai sejak tahun 2010.

Pasalnya, dalam kasus mark proyek pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung, Kejaksaan tinggi sudah menetapkan mantan kadia PU Hendri Sastra sebagai terdakwa dalam persidangan tipikor di PN Jambi.

“Dalam pemantauan jalannya persidangan Hendri Sastra terdapat fakta dalam persidangan bahwa ada markup harga hingga 50 persen dalam pengadaan pipa dengan merk stell frame yang pengadaannya oleh perusahaan yang dimiliki oleh Aswin tanpa Ada tender terbuka,” ungkap Nurcahyono melalui pesan tertulisnya, Kamis (29/11/2018) malam.

Saat proyek ini berlangsung, lanjutnya, SY Fasha yang saat itu masih menjadi pengusaha Kontraktor yang mengerjakan proyek pipanisasi di Tanjung Jabung Barat dan saat ini menjabat Walikota Jambi.

Bahkan, SY Fasha secara nyata dalam fakta persidangan keterangan dari terdakwa Hendri Sastra mengakui bahwa Sy Fasa menerima fee 10 Persen dari hasil mark up Pengadaan pipa atau setara dengan 15,4 miliar sedangkan Bupati Tanjung Jabung Barat Syafrial Juga menerima fee hasil mark up pengadaan pipa sebanyak kurang lebih 20 % atau set dengan 30,5 milyar Rupiah.

Sedangkan Hendri Sastra yang saat itu menjabat kadis PU mengaku diberi uang sebesar 150 just oleh Sy Fasa dan Hendri menyatakan Juga tidak tahu kalau uang tersebut ternyata berasal dari hasil mark up pengadaan pipa.

“Karena itu Kejaksaan Agung harus segera turun ke Jambi dan menangkap Sy Fasha, Syafrial Dan Aswin, karena diduga ke Jaksaan Tinggi Jambi seperti telah masuk angin dalam membongkar kasus Korupsi proyek pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” harap Nurcahyono.

“Dan copot segera aspidsus dan Kejati Jambi yang tidak becus membuka skandal Korupsi Besar di Jambi,” imbunya. (*)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts