Nando Nawawi : “Ketika Pemimpin Desa Alergi Kritikan”

KULITINTA.ID, JAMBI – Memang tidak semua pemimpin desa seperti judul di atas. Akan tetapi, sangat disayangkan jika ada pemimpin desa atau orang yang  dituakan datuk atau nyai sebagai pemimpin masyarakat desa begitu alergi dengan kritikan.

“Jangankan meminta masukan, bahkan dirinya merasa seolah-olah paling pintar. Pemimpin seperti ini biasanya memiliki pemikiran yang sempit dan hasil kerjanya pun tidak banyak yang dapat ia perbuat,”.

Hal ini wajar karena hal sepele misalnya, untuk mengadakan musyarawah pembangunan desa tidak dilakukan secara terbuka sehingga semua kebijakan-kebijakan yang ia putuskan telah benar menurut dirinya sendiri.

Istilahnya, ‘main tunjuk’ kerap dilakukan dalam pengangkatan ketua RT, perangkat desa, anggota BPD dan lain-lain. Bahkan, dipilihlah orang-orang yang sekiranya tidak menjadi hambatan bagi keinginannya.

Biasanya, orang yang kurang sependapat dengannya tidak terpakai sehingga diisilah oleh orang-orang yang manut saja dan tidak sedikit diisi oleh orang yang tidak memiliki moral, angkuh dan minim prestasi.

Hasilnya, seperti penggunaan Dana Desa, BUMDes dan lain-lain dipergunakan tidak tepat sasaran, tidak memberikan manfaat bagi masyarakat banyak sehingga hanya menjadi bangunan hantu.

Tidak bermaksud cerita mundur, di masa lalu, hasil ini akan berbanding terbalik jika sebelum dilakukan pembangunan dahulu diadakanlah musyarawah Desa meminta pendapat dan masukan dari masyarakat apa saja yang harus dibangun dan apa dampak bagi masyarakat desa.

“Sehingga masyarakat dapat merasakan dampak pembangunan dana desa tersebut,”.

Akhirnya, tidak ada maksud lain dari tulisan ini, penulis hanya ingin  menyampaikan keluh kesah apa yang dirasakan sebagai anak desa. Kemajuan desa adalah keinginan masyarakat bersama sehingga manfaat dari penggunaan dana desa bisa dirasakan oleh masyarakat dan generasi penerus.

“Maka dibutuhkan pemimpin desa yang tidak anti kritik. Jika alergi, maka pembangunan desa akan sia-sia,”.

Penulis : Nando Nawawi, Seorang Pemuda Desa

Editor : Heriyanto, SH

Related posts