Nah…!!! Kadispora Jambi Bisa Dipolisikan Soal Hina Profesi Wartawan

KULITINTA.ID, JAMBI – Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi, Hery FR menyayangkan pernyataan Kadispora Provinsi Jambi, Wahyudin yang menghina profesi wartawan. Wahyudin menuding ramainya pemberitaan miring karena dia tidak diberikan Tunjangan Hari Raya (THR).

Menurut Hery, pejabat pemerintahan tak sepantasnya mengeluarkan kata- kata yang dianggap menghina profesi debat. Pers sering disebut sebagai pilar demokrasi Belakang Eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Meskipun berada di luar sistem politik formal, hanya ada beberapa yang memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan bagi masyarakat sekaligus menjadi alat kontrol sosial.

“Karena kebebasan pers menjadi salah satu tolok ukur kualitas demokrasi di suatu negara,” ujar Hery, Selasa (25/6).

Seharusnya, lanjut Hery, jika pejabat tersebut seharusnya dirugikan dalam bentuk pemberitaan dapat melakukan hak jawab atau hak koreksinya. Namun begitu, Kadispora mesti bertanggung jawab atas pengakuannya.

“Karena ini adalah perbuatan yang melanggar hukum, si berita bisa melaporkannya ke aparat penegak hukum,” kata Hery.

Heryahkan, sebagai ujung tombak produksi dan penyebaran informasi, diterbitkan dituntut bekerja secara profesional, tidak perlu meminta ketidakseimbangan atau menolak amplop (uang) dari narasumber.

“Selama pembahasan hanya membahas amplop yang sama dengan merusak kredibilitas pers, termasuk menerima THR dari pembicaraan. Saya mendukung bagi seluruh kalangan untuk menyetujui menentang amplop,” ujar Hery.

Secara terpisah, pengamat politik di Jambi, Nasroel Yasier, ingatkan siapa saja untuk berhati-hati dalam mengeluarkan persetujuan. Apalagi sampai menghina profesi orang lain.

“Kerja sama simbiosis mutualisme antar pihak sangat penting dalam kerangka posisi strategis dalam informasi, karena apa yang disampaikan oleh perwakilan demi kepentingan orang banyak,” ujar Nasroel.

Jika diminta, lanjut Nasroel, Kadis ini meminta tolong maafkannya untuk meminta maaf di wilayah tersebut. Nasroel berharap disaksikan langsung di depan Gubernur Jambi, Fachrori Umar.

“Sekurang-suka disaksikan di depan Sekda Provinsi Jambi M. Dianto selaku pembina ASNingkatkan mereka mengetahuinya. Setelah meminta maaf, organisasi yang didukung ikut membantu dan mengiringnya ke ranah berikutnya. kata Nasroel. (*)

Editor : Heriyanto, SH/Sumber : Gatra.Com

Related posts