Agung Prima Jaya : “FILSAFAT SEBAGAI SENJATA”

KULITINTA.ID, JAMBI – Filsafat,? Apa kata pertama yang akan terlintas mendengar kata ini ? sesat, atheis, tidak percaya tuhan, gila. Padahal ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan sebenarnya apabila kita telah mulai mengenal dan mempelajari filsafat ini.

Filsafat dapat membuat kita meluruskan logika yang terkilir karena kesalahan kesalahan berfikir yang sudah umum maupun spesifik tentang segala hal. Lalu dengan mempelajari filsafat ketuhanan kita akan mengarahkan kita semakin memuja kepada kebesaran Tuhan namun kembali itu semua tergantung kepada bagian filsafat yang di pelajari.

Namun, sejak kapan paradigma masyarakat kita tentang filsafat ini menjadi seperti ini. Tentulah penyebab ini dimulai dari pada keluarga yang mendidik sejak kecil lalu bertumbuh di bangku sekolah. Padahal sewaktu kita kecil kita telah berfilsafat hanya saja kita tidak menyadari kalau itu adalah filsafat.

Filsafat menurut KBBI adalah teori yang mendasari alam pikiran suatu kegiatan; Ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika dan epistimologi. kita ambil contoh tentang sewaktu zaman motor matic baru keluar di indonesia kita melihat dan kemudian timbul pertanyaan, wah kok motor nya shock brekernya hanya satu ya,? kok bisa,?

Nah ini adalah salah satu penerapan filsafat, namun kita tidak pernah tau dan mngerti tentang filsafat ini sebelumnya. Masalah yang lahir dari perspektif tentang filsafat bahwa mayoritas dari pada orang-orang yang belajar filsafat menjadi lebih logis dan kritis bahkan terhadap dogma agama.

Pada permasalahan ini kita akan jawab bahwa margin antara agama dan filsafat bahkan ilmu pengetahuan lainya adalah Agama cukup lah kita jadikan keyakinan, dan filsafat kita jadikan alat berfikir.

Sebagai seorang mahasiswa atau siswa yang menuntut ilmu penting sekali meluruskan pikiran kita senndiri khususnya, misal pernah kita dengar, kenapa kamu tidak sekolah,? Karena aku dirumah, ini adalah bentuk argumen atau jawaban yang sering disampaikan.

Padahal adalah bentuk kesalahan berfikir karena jawaban dari pertanyaan tidak objektif.

Filsafat adalah dasar segala ilmu pengetahuan dengan demikian dapat membuat akar dari pada pikiran menjadi kuat, dikarenakan dengan berfilsafat tanpa kita sadari akan bertanya apabila kita mengetahui sebuah data dan mengatasi maraknya berita hoax.

Filsafat menuntun kita berpikir lurus dengan menjadikan kita berpikir kritis. Barangkali metafora yang tepat adalah seperti menggenggam sebilah pisau, apakah pemegang pisau akan menjadi pembunuh, itu tergantung kepada pengguna pisau tersebut sebab ia hanya alat digunakan untuk memotong makanan atau untuk membunuh.

Oleh sebab itu, filsafat adalah alat digunakan untuk mempertahankan diri terhadap kesalahan berpikir atau bahkan menggunakanya untuk melawan kebohongan.

Namun pesan sekali lagi filsafat tidak akan menyesatkan selama meletakan flsafat itu pada batasan-batasan nya sendiri dan keyakinan pada batas-batas nya sendiri.

Penulis : Agung Prima Jaya, Mahasiswa dari dusun Pematang Duku, Desa Aur Cina, Kecamatan Batang Cenaku. (Nan)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts