Berkenalan dengan Piza Ganja di Afrika Selatan

KULITINTA.ID, –  Piza, makanan khas Italia, sudah mendunia dengan beragam versi maupun topping . Anda bisa ke Afrika Selatan untuk menikmati piza ganja. 

Col’Cacchio, jaringan restoran berkonsep Italia berkolaborasi dengan Africanpure, label cannabidiol (CBD) atau komposisi ganja memperkenalkan menu pizza anyar. Kinga Baranowska, pendiri jaringan restoran mengklaim restorannya merupakan yang pertama merilis pizza mariyuana di Afrika Selatan. 

Dua menu pizza dirilis, ‘Green Goddess’ dan ‘Not-So-Plain Mary Jane’. Diperoleh tambahan minyak ganja yang mengandung tetrahydrocannabinol (THC).

“Itu tidak akan membuatmu nge-fly . Enggak akan mendorong. Namun, saat selesai makan, kamu akan mulai merasakan kepuasan dari CBD,” kata salah satu pendiri Africanpure, Mike Saunders, dikutip AFP . 

Dewi Hijau jadi pizza tanpa daging dan diberi topping zucchini panggang, keju feta, dan basil segar. Sementara Mary Jane tidak punya banyak topping ayam, jamur, dan saus alpukat. Anda harus membayar 125 rand atau sekitar Rp125 ribu untuk Green Goddess dan 140 rand untuk Tidak-Jadi-Biasa Mary Jane.

Selain menu spesial ini, Anda bisa membuat menu lain serba ganja. Cukup 25 rand atau sekitar Rp25 ribu untuk ditambahkan minyak ganja pada menu yang dipilih. 

Menu Peluncuran dengan ‘suntikan’ ganja tak lepas dari penggunaan ganja di Afrika Selatan. September yang lalu, Afrika Selatan resmi melegalkan ganja setelah dikembalikan.

Pada akhir Mei, pemerintah memutuskan melegalkan konsumsi minyak ganja. Per orang maksimum mengonsumsi 20 miligram. 

Sementara itu, meminta Ricky Stone, mengkhususkan pada legalisasi ganja, meyakinkan restoran untuk berhati-hati dan tetap menerima aturan. 

“Ini area baru dan masih banyak hal yang belum diketahui dan jelas. Seharusnya, sementara penjualan minyak ganja legal, ada yang diminta dosis 20 miligram. Dibutuhkan saat Anda membeli pizza, jika Anda membeli, katakanlah emp, lalu Anda mengonsumsi 80 miligram yang mana itu ilegal , “jelas Stone.(*)

Editor : Heriyanto, SH/Sumber : CNN Indonesia

Related posts