PN Muarabulian Batanghari Tolak Pra Peradilan Tersangka Pembakaran Lahan

KULITINTA.ID, BATANGHARI – PN Muara Bulian dengan Hakim Tunggal Derman P. Nababan, menolak permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh Ponidi Bin Sajab (39), Penduduk Perumahan Kebun IV Afdeling II PT. BSU, Desa Bungku, Kec Bajubang, Kab Batanghari, dan Sartono (42), Penduduk Tanjung Mandiri RT.18, Desa Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muara Jambi, yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya Andi Gunawan, SH dkk, pada persidangan Kamis (12/09) di Ruang Sidang Cakra PN Muara Bulian.

Perkara ini bermula, pada hari Kamis 08/08 areal kawasan hutan produksi terbatas yang diberikan hak konsesi oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup kepada PT. REKI (Restorasi Ekosistem Indonesia) Sungai Jerat, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari terjadi kebakaran lahan luas lebih kurang 7 (tujuh) hektar.

Sebelumnya lahan tersebut diakui oleh Ponidi sebagai miliknya, lalu menyuruh Sartono untuk mengerjakan lahan tersebut dengan upah 2 juta perbulan, yang rencananya akan ditanami gambir. Namun dalam proses pengerjaan itu terjadi kebakaran di lahan tersebut, sehingga Warga Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukin di sekitar kawasan hutan tersebut ramai-ramai mendatangi dan menawan Sartono di dekat lokasi kebakaran tersebut, dengan cara menyuruh duduk dengan dikelilingi Warga SAD, sampai kepolisian datang.

Mendengar informasi tersebut, aparat Polres Batanghari melakukan penyelidikan, dilanjutkan dengan Penyidikan lalu menetapkan Ponidi dan Sartono sebagai tersangka, lalu menciduk Ponidi dari rumahnya, selanjutnya menciduk Sartono yang masih diamankan oleh Warga SAD tersebut.

Para Pemohon disangkakan Pasal 50 ayat (3) huruf (d) Jo Pasal 78 ayat (3) UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf (h) UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sub Pasal 98 ayat (1) Jo Pasal 19 huruf (b) UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.

Tidak terima ditetapkan sebagai Tersangka, Ponidi dan Sartoni melalui Kuasa Hukumnya Andi Gunawan, SH, dkk mempraperadilankan Kapolres Batanghari., dengan menyatakan penetapan Tersangka dan Penangkapan Para Pemohon dilakukan secara bertentangan dengan hukum, untuk itu mohon supaya dihentikan penyidikan terhadap Pemodon dan direhabilitasi nama baiknya.

Setelah menerima surat bukti, maupun mendengar keterangan para Saksi dari Pemohon dan Termohon, Hakim Derman P. Nababan yang juga sebagai Pengadilan Negeri Muara Bulian tersebut menjatuhkan Putusan, dengan menolak permohonan Pra Peradilan Para pemohon tersebut.

PN Muara Bulian menyatakan, Termohon telah melakukan tahapan penyelidikan, penyidikan dengan memneroleh lebih dari 2 (dua) bukti yang sah sebagaimana Pasal 84 KUHAP, demikian juga Surat Perintah Penangkapan telah disampaikan kepada Istri Para Pemohon dengan tenggang waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari sebagaimana Putusan MK No. 3/PUU-XI/2013, tegas Derman yang telah mendapat Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup ini sambil mengetuk palu.

Humas PN Muara Bulian/Editor : Heriyanto, SH

Related posts