Front Pembela Tulang Bawang Kritisi Kinerja Bupati

KULITINTA.ID, TULANG BAWANG – Ir Agust Jauharie Karaeng, selaku Panglima Front Pembela Tulang Bawang (FPTB ) soroti kinerja Bupati Tulang Bawang di bawah pimpinan Hj Winarti, SE MH selaku Kepala Daerah. (03/11/2019)

“Sesuai dengan janji pasangan Win – Hen yang memiliki visi dan misi mewujudkan Kabupaten Tulang Bawang yang beradat, agama, tentu nya perlu kesinergian semau elemen baik antara Pemerintah Daerah, DPRD, tokoh adat, agama, serta masyarakat untuk membangun Kabupaten Tulang Bawang tercinta ini ” ujar Agust.

Menurut Agust ada nya ketimpangan dalam pelaksanaan pembangunan akan menimbulkan keadaan yang tidak kondusif di lingkungan Pemerintah maupun Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang.

“Kami menilai selama pemerintah di bawah pimpinan Win – Hen belum terlihat pembangunan yang sangat signifikan, kegiatan hanya sebatas seremonial seperti senam dll nya”.jelas nya.

Agust juga menuturkan, jika pemerintah Win – Hen seharus nya dapat duduk satu meja dengan elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Tulang Bawang untuk pembangunan maupun mencari solusi permasalahan yang ada di Tulang Bawang.

“Saya menduga ada ketimpangan serta kecemburuan sosial di lingkungan pemerintah sehingga kesinergian dan kekompakan antar elemen kurang harmonis, maka saya selaku Panglima Front Pembela Tulang Bawang meminta Bupati Tulang Bawang untuk dapat menjaga kekompakan sebagai mana saat menghadapi pilkada saat itu dan pasangan ini dapat mencapai kemenangan karena kami masyarakat Tulang Bawang memiliki peran di dalam kemenangan pasangan Win – Hen dengan tujuan untuk mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi pilkada pada saat itu.

Yang mana untuk Bertujuan kemakmuran Kabupaten Tulang Bawang, tentu nya pemerintahan Winarti dapat melibatkan kami dalam pembangunan yang ada, begitu juga dengan rekan – rekan yang lain dapat memahami untuk dapat merasakan pembangunan di Tulang Bawang, ” tandas si plontos.

Panglima Front Pembela Tulang Bawang meminta juga Pada Pemerintah Daerah, Provinsi Lampung, dan Pemerintah Pusat dapat menyikapi terkait ada nya Perusahaan – Perusahaan yang bersekala besar dan puluhan tahun beroperasi di Wilayah Tulang Bawang, terlebih Perusahaan yang mengunakan HGU tanah milik masyarakat, akan tetapi masyarakat Tulang Bawang tidak sejahtera secara keseluruhan.”

Masyarakat kini mau bertani sudah tidak ada lagi lahan dan harus menyewa tanah, untuk biaya hidup saat ini begitu tinggi , sedang CSR entah dimana rimba nya.

Maka saya meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang, dalam hal ini Bupati untuk dapat memikirkan nasib masyarakat Tulang Bawang, jangan masyarakat hanya dapat merasakan dampak jelek nya saja , seperti limbah serta pembakaran yang di lakukanoleh PT SIL ,” cetus Agust. (ags)

Editor : Supan Sopian, SE

Related posts

Leave a Comment