Warga Karmeo Batanghari di Laporkan Ke Polda Jambi

KULITINTA.ID, JAMBI – Seorang warga Desa Karmeo Kecamatan Bathin XXIV Kabupaten Batanghari, Alfian Doni Bin Dollah Padi di laporkan ke Mapolda Jambi. Pasalnya, diduga melakukan penggelapan uang rekan sekerjanya dalam pencairan DO Batubara di desa setempat.

Ermanto, salah seorang korban dari penggelapan ini mengatakan, bahwa pada Bulan Agustus lalu, dirinya berbisnis DO Batubara dengan terlapor (Alfian Doni) dan menanam modal kepadanya. Bahkan, pada awal bisnis ini terlapor lancar mencairkan uang bisnis tersebut kepada dirinya.

“Awal mulanya lancar dan pada pembayaran selanjutnya, yakni pada Bulan September terlapor berdalih bahwa uang pencairan DO nya melalui PT Andalas, milik Aliang belum dicairkan, padahal sudah di cairinya,”  katanya.

Menurut dia, untuk kerugian yang di alaminya sebesar Rp104 juta lebih dan terlapor ketika di tagih beralasan, bahwa uang tersebut belum cair dari saudara Aliang. Bahkan, dirinya berulang kali untuk menagih kepada terlapor, namun dijawab dengan hal yang sama.

“Saya sudah konfirmasi kepada mitra bisnis Aliang lainnya, seperti Lilik Kurniwati bahwa duit dari Aliang ini sudah cair dan saya coba mendatangi terlapor kerumahnya terus menjawab bahwa Aliang belum mencairkan duit DO tersebut,” ujarnya.

Senada dikatakan Kuasa Hukum Ermanto, Dame Sibarani, SH mengatakan, sesuai dengan laporan polisi LP/B.335/XII/2019/SPKT”C” Polda Jambi tanggal 20 Desember 2019 yang langsung ditandatangani oleh Kompol Iskandar ini merupakan tindak pidana penggelapan sesuai dengan Pasal 372 KHUPidana.

“Kami sebelumnya sudah pernah memediasikan hal ini, bahkan pada Tanggal 10 Desember kami sudah mencoba membuat laporan dan ditengahi oleh IPDA Edi S, kepala piket SPKT. Dimana malam itu, Doni melalui Via Ponsel Edi mengatakan akan segera melunasi hutangnya kepada Klien saya, tapi kami tunggu-tunggu sampai satu minggu lebih, Doni tidak ada niat baik membayar uang klien saya ini,” jelas Dame Sibarani, SH.

Dia juga menjelaskan, pada hari Jumat (20/12), dirinya dan kliennya coba mendatangi Kantor PT Andalas milik Aliang di Lorong Apel Sungai Terjan Kabupaten Bungo. Disana langsung ketemu dengan Zulfikar, seorang tangan kanan Aliang.

“Menurut keterangan orang-orang Aliang, bahwa Aliang sudah membayar DO nya kepada Doni dan sebahagian dari bisnis yang di jalankan oleh Doni juga di bantu oleh Aliang. Dan ketika dihubungi Via Ponsel Ririn, orang dekat Aliang sempat berbicara dengan saudara Aliang, dan Aliang akan bertanggungjawab dalam hal ini, jika Doni tidak menyelesaikannya dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan, menurut dari keterangan klien saya, selain dirinya dan banyak lagi korban di balik Bisnis DO batubara ini terhadap Doni. Bahkan, ini juga sempat di akui Aliang melalui Via Ponsel dan juga tangan kanan Aliang sendiri di kantornya di Muaro Bungo.

Sementara itu, Zulfikar, seorang tangan kanan Aliang mengatakan, bahwa selama ini Doni tidak pernah bermasalah terhadap rekan bisnisnya dan kemungkinan ini ada sesuatu yang membuatnya melakukan hal seperti ini.

“Saya sudah mencoba mencari Doni di Karmeo, namun tidak ada dan menurut informasi beliau pulang ke Kerinci,” tandasnya ketika di ruang Kantor PT Andalas Muaro Bungo, Jumat lalu. (*)

Editor : Kiki

Related posts