Bangunan Tembok Penahan Tanah Desa Kembang Tanjung Mersam Diduga Asal Jadi

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah di RT09 dan RT10 Desa Kembang Tanjung Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari diduga asal jadi. Pekerjaan pembangunan tersebut merupakan anggara dana desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2019, dengan menghabiskan uang sebesar Rp704.165.000.

“Kami sangat prihatin terhadap pekerjaan pembangunan ini dan kami meminta pihak insfektorat batanghari, Kejaksaan Batanghari dan instansi lainnya turun kelokasi untuk melihat kondisi terkini, karena pembangunan ini baru selesai dibangun, namun sudah banyak yang rusak,” kata Marzuki, warga desa setempat.

Dia juga mengatakan, isu persoalan pembangunan asal jadi ini sudah mencuat ke semua masyarakat melalui media sosial. Bahkan, warga mengeluhkan terhadap pembangunan asal jadi ini dan meminta pihak desa bertanggungjawab dalan proses pembangunan yang menelan uang ratusan rupiah ini.

“Disisi badan tembok sudah banyak yang retak ditambah lagi dengan sisi lain dan ini harus di pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Senada dikatakan Ismail, warga desa yang sama, bahwa pembangunan asal jadi ini sangat-sangat disayangkan oleh warga setempat. Pasalnya tembok penahan tanah ini merupakan tembok penahan tanah untuk penahan jika terjadi abrasi sisi arus sungai batanghari.

“Kami sebagai warga Desa Kembang Tanjung meminta semua aparat hukum dan pemerintahan kecamatan dan daerah turun ke lokasi dan melihat langsung akan pekerjaan dugaan asal jadi ini,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini disiarkan, pihak aparat pemerintahan Desa Kembang Tanjung belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait persoalan pembangunan tembok penahan tanah tersebut. Begitu juga dengan Kepala Inspektorat Batanghari, Muchlis juga belum berhasil untuk dimintai keterangan akan keluhan warga setempat. (*)

Editor : Kiki/Penanggungjawab : Heriyanto, SH

Related posts