Kuat Dugaan Konsultan Pengawas dan Kontraktor di Batanghari Main Mata

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Kuat dugaan pihak Konsultan Pengawas dan Rekanan di Kabupaten Batanghari Jambi main mata dalam mengerjakan Proyek seperti satuan kerja pada pekerjaan Proyek di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Batanghari. Dugaan tersebut, kebanyakan dari pekerjaan paket proyek Jalan Lingkungan, Drenase dan pembangunan gedung sarana dan prasarana yang ada di dalam wilayah Kabupaten Batanghari.

“Saya banyak menerima laporan dari masyarakat di delapan Kecamatan, bahwa pekerjaan jalan lingkungan, drenase dan pembangunan gedung asal jadi. Ini adalah kesalahan dari pihak rekanan dan juga konsultan pengawasnya yang tidak bertanggungjawab dalam pekerjaan tersebut,” kata Heri, Putra Daerah Batanghari.

Menurut dia, seperti proyek pembangunan di wilayah satu (Marosebo Ulu-Mersam), dua (Muaratembesi-Bathin XXIV), tiga (Muarabulian-Marosebo Ilir dan empat (Bajubang-Pemayung) tidak ada yang sesuai spek pekerjaan.

“Saya minta kepada pihak BPK-RI Jambi dan pihak terkait dapat melihat satu persatu pada pekerjaan proyek ini dan selama ini konsultan pengawasnya diduga bermain dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk pihak PNS di dinas tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, seperti konsultan pengawas adalah orang perseorangan yang diberi kuasa untuk mengawasi/ meliputi secara penuh atau terbatas, seluruh tahapan konstruksi sesuai dengan bestek pekerjaan.

“Pelaksanaan pekerjaan dan syarat-syarat teknik yang ada. Konsultan pengawas konstruksi berfungsi melaksanakan pengawasan pada tahap konstruksi,” jelasnya.

Bahkan, untuk pihak rekanan yang mengelolah proyek tersebut diduga banyak mendapat tekanan dari pihak instansi dan juga pihak atasan lainnya. Dan menurut informasi uang pembangunan untuk proyek banyak mengeluarkan fee untuk instansi dan juga atasan.

“Ini sudah menjadi rahasia umum mengenai fee proyek. Kabar yang beredar di lapangan setiap paket, rekanan mengeluarkan sampai 13 persen untuk instansi dan atasannya dan ini harus segera di selidiki dan segera ditindaklanjuti,” paparnya.

Sementara itu, seperti informasi yang beredar di media masa dalam proses pekerjaan asal jadi menjadi tanggungjawab kita bersama dalam menyelamatkan keuangan negara.

“Ini sudah mendekati momennya pemilihan kepala daerah dan semestinya kita semua jeli akan informasi pejabat yang mengunakan uang negara dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi barang dan jasa. Selain itu, informasi yang seperti saya terangi diatas sudah mencuat ke berbagai kalangan masyarakat dalam wilayah Kabupaten Batanghari,” ungkapnya.

Disamping itu, sebagai putra batanghari sangat prihatin melihat kondisi wilayah Kabupaten Batanghari yang merupakan kabupaten tertua di dalam Provinsi Jambi ini dan kepada pihak penegak hukum dapat segera melakukan penyelidukan terkait pihak instansi, rekanan dan konsultan hukum yang bermain mata dalam pekerjaan proyek ini. (Kik)

Related posts