Bangunan pasar tradisional di SP 2 diduga tidak ada asasmamfaat

KULITINTA.ID ,Batang Hari-

Pasar tradional yang dibangun didesa Sido Mukti Tepatnya sp 2 transmigrasi Kecamatan Muara Sebo Hilir yang dibangun pada pertengahan tahun 2018 sampai saat ini pantauan awak media Pada tanggal 25/12/lalu  belum ada serah terima .

Pasar tradisional dibangun berdasarkan Pengajuan KUD Barokah melalui istansi Peridagkop BatangHari yang di teruskan kepada kementeian pada tahun 2018.
Singkat cerita proposal direalisasi oleh pihak kementrian perindagkop dengan mengunakan dana kementrian sebesar lebih kurang Rp.900 juta.melalui istansi terkait yakni Dinas perindagkop Kabupaten batanghari.

Menurut Sumber yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa pembangunan pasar tradisional tersubut sampai saat sekarang ini belum di pungsikan sebagai mana layaknya aktifitas pasar ,dan tidak ada orang jualan,atau jual beli di pasar yang telah di bngun yang menghabiskan uang negara ratusan juta tersebut.

Di tambahkan nya sampai saat ini menurutnya belum ada serah terima dari pemerintah atau dinas perindagkop kepada desa Sp 2 Desa Sido Mukti , sekarang bangunan yang menelan uang negara tersebut diduga bagunan gagal dan tidak ada asas mamfaatnya ujarnya.

Sementara sumber yang lain mengatakan pembagunan pasar tradisional di Sp 2 Desa Sido Mukti dibangan diduga tidak sesuai dengan harapan masyarakat maksudnya pasar asli induk yang diajukan lewat proposal tidak sesuai uangkap sekretaris KUD Barokah berapa waktu yang lalu di kediamannya,Masyarakat tidak mau menerima karena tidak sesuai dengan harapan tegasnya.

Di tempat yang berbeda kepala inspektorat Batanghari Muklis SE,MM kekita di hubungi dan mau di konfirmasi lewat telpon seluler sedang berada di luar jangkauan atau ber umbroh ketanah suci .

“Kadis Perindagkop Drs.Syafei MM Saat dikonfimasi bebara waktu yang lalu di ruangkantornya menerangkan bahwa pembagunan pasar tradisional dibangun pihaknya sejak awal sudah kompromi dengan masyarakat desa sido mukti dan pihak KUD Barokah Sp 2 Muara Sebo Hilir.Ungkap kadis.(Syafwan Hamid)

Editor  : Supan Sopian,SE

Related posts