Benarkah kebun sawit pemda 85,6 hektar ” Perbulan 4 sampai 5 juta “

“Sekda Batang Hari H. Bahtiar,Sp membuat surat nomor :500/0382/C/Ekbang kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan tertanggal,23 Januari 2019.Perihal Tindak lanjut pengelolaan kebun Kelapa Sawit Milik Pemda Kabupaten BatangHari Provinsi Jambi.

‘Surat keputusan (SK) Sekda sekretaris daerah Nomor:37 Tahun 2018 tentang pembentukan TIM penganwas Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Pemda.
Selain itu,surat nomor :500/3674/C/Ebang tanggal, 29 Juni 2018 sekda memberikan penunjukan pengelolaan sementara kepada istansi terkait yakni Dinas Perkebunan kabupaten Batanghari guna untuk Menggelola kebun sawit Pemda Batang Hari, yang sebelumnya di kelola oleh koperasi agro sangkilan ,

selepasnya dari koperasi tersebut pemeritah melalui sekda menyerahkan kepada dinas perkebunan ungkap kadis saat di konfirmasi Kamis,16/01/2020 ,pukul 12.15.wib di ruangan kabid perkebunan jumbri , di dalam ruangan kabid perkebunan kadis Erwan pun ada juga ,terkait konfirmasi media terhadap pengelolaan kebun sawit pemda kadis Ewan sedikit berkilah ,kalau masalah kebun silakan sama kabit saya saja ungkap Erwan ,karna kabid jumri data semuanya dengan dia tegasnya sambil buru buru keluar ruangan.

Sebagai kepala bidang perkebunan ir,Jumri menjelakan ,Selengkapnya keputusan sekda pada intinya adalah menugaskan dan untuk tetap melanjutkan pengelolaan kebun sawit milik Pemda seluas 85,6 Hektar yang berada di Desa Bukit Sari ,63.Hektar ,Desa Bulian Jaya seluas,22,6 Hektar.

Surat keputusan sekretaris Daerah (Sekda) tersebut memerintahkan agar saudara kepala dinas untuk menunjuk dan menetapkan pejabat dan personil untuk pengelolaan kebun sawit ,
Pengelolaan yang dikmaksud yakni,meliputi kegiatan pemunggutan hasil panen,pemeliharaan kebun,menjual hasil produksi ke pabrik kelapa sawit terdekat.

Selain itu,Dinas Perkebunan dan peternakan menyetor hasil penjualan ke kas daerah dan melaporkan hasil penjualan ,setoran untuk PAD.serta membuat pembukuan berkenaan hasil sawit.upah panen,biaya amprahTBS biaya bongkar muat.trasportasi dan lainya.

Apa yang tertera dalam Surat Keputusan SEKDA tersebut diatas terkesan tidak valid .Sesuai dengan laporan yang di beberkan oleh kabid perkebunan dan peternakan Jumri.ketika dijumpai oleh media ini di ruang kerjanya.jumri kabid hanya sebatas menunjukan hasil bersih hasil penjualan sejak januari 2019/s/d Bulan Nopember copy berkas  ,sedangkan laporan rekapfitulasi rangkain penerimaan segala kegiatan tidak ada sama sekali disini terkesan amburadul.

Jumbri juga menjelaskan rata rata hasil dari pengelolaan kebun perbulan pada 2019 sampai saat ini berkisar 4 sampai 5 juta perbulan karna sawit sudah berumur 26 tahun  sudah saatnya peremajaan , yang masih produktif sekarang ini 10 sampai 12 hektar itu yang kita panen jelas nya.

Ada indikasi dugaan yang tidak jelas seperti bukti bukti kuitansi pasar penerima upah hanya ada pada tertera cuma 3 /01 /2019 yang diterima warso.
Sementara bukti yang lain tidak diperlihatkan.

Hasil keterangan kabid kami menduga bahwa dinas perkebunan tidak membuat laporan rekafitulasi pelaporan yang semestinya terhadap pemda  Batanghari.(Syafwan Hamid )

 

Editor : Supan sopian,SE 

Related posts