KOMP@K Menduga “Diskes Tuba Sarang Koruptor”

KOMP@K Menduga “Diskes Tuba Sarang Koruptor”

TULANG BAWANG.Koalisi Masyarakat Perangi Korupsi (KOMP@K),yang tergabung dari beberapa Lembaga antara lain : LSM LEMPAR-SIKK-HAM-PIJAR KEADAILAN-SINERGI LÁMPUNG merasa sangat GERAM atas pemotongan dana bantuan operasionál kesehatan (BOK)10% yang tersebar di 18 Puskesmas kabupaten Tulang Bawang oleh salah satu oknum di Diskes kabupaten Tulang Bawang.
Pemerintah Pusat telah membantu Puskesmas dan jaringannya serta Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) untuk meringankan kebutuhan biaya operasional/kegiatan melalui kucuran dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Diketahui, realisasi BOK telah dimulai pada pertengahan tahun 2010 dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini nyata dari komitmen dan realisasi bantuan Pemerintah Pusat kepada daerah yang terus meningkat.

Pada tahun 2010 dana BOK yang dialokasikan sebesar Rp. 216 Miliar, tahun 2011 meningkat menjadi Rp. 932 Miliar, dan tahun 2012 naik menjadi Rp. 1,065 Triliun.

Pemerintah Pusat tetap mengingatkan bahwa Bantuan Operasional Kesehatan ini bersifat suplemen dalam arti tidak dijadikan sumber pembiayaan utama bidang kesehatan di suatu wilayah, oleh karena itu komitmen dan tindakan nyata Pemerintah Daerah tetap diperlukan untuk mengalokasikan anggaran kesehatan yang memadai, terutama untuk upaya promotif dan preventif.

Dana BOK bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Kesehatan RI.ini, sasaran seluruh Puskesmas yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Menurut mekanisme penyaluran dana BOK, besarnya alokasi dana BOK per Kabupaten/Kota ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan. Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan menetapkan alokasi dana BOK per Puskesmas di daerahnya.

Mirisnya, dana BOK untuk setiap Puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung, diduga kuat selama ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum Diskes tulang bawang, terkait dengan penyalahgunaan anggaran BOK, dengan modus meminta bagian terlebih dahulu kepada pihak Puskesmas sebesar 10% sebelum menerima BOK.

Hal ini diungkapkan oleh Koálisi Masayarakat Perangi Korupsi (KOMP@K)beberapa waktu yang lalu di sektariat mereká menurut KOMP@K oknun Diskes tulang bawang tersebut saat itu menjabat Kabag TU di dinas tersebut yang memotong 10% dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) kepada setiap Puskesmas yang menerima BOK pada setiiap tahun anggaran.

Pemotongan 10% dana BOK tersebut, ungkap KOMP@K dilakukan dengan modus mengumpulkan kepala Puskesmas se kabupáten Tulang Bawang sebelum menerima dana BOK,mereka di kumpul kan di salah satu tempat pertemuan di kota Bandar Lampung, dan langsung diminta 10% terlebih dahulu dari jumlah total dana BOK yang akan diterima masing-masing Puskesmas.

Pemotongan BOK sebesar 10% dari masing-masing Puskesmas tersebut, lanjut sumber, diminta dan diserahkan langsung kepada oknum Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang.” Ada 18 Puskesmas di Kabupaten Tulang Bawang yang menerima dana BOK,” jelas KOMP@K kepada media ini.

Diketahui, BOK merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Pada tahun 2019 dana BOK ditingkatkan dari tahun 2018.wartawan mencoba menghubungi Kadis dan Oknum Diskes tersebut melalaui via telpon no hp tidak bisa di hubungi. (Ags)

Editor : Heriyanto, SH

 

Related posts