Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mengusungkan M Fadhil Arief di Pilkada Batanghari

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Tabir gelap dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Batanghari terkuak. Partai Ka’bah itu mendukung tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Muhammad Fadhil Arief.

Mengusung tagline balik kampung, langkah Bang Fadil–begitu ia akrab disapa–, di Pilkada Batanghari kian mulus. Apalagi sejak dukungan PPP terbit untuknya. Surat dukungan itu bertarikh 25 Februari 2020 dengan nomor 2441/TG/DPP/II/2020.

“Sudah keluar atas nama Fadhil Arief. Keluar dua hari lalu,”kata Evi Suherman, Ketua DPW PPP Provinsi Jambi.

Evi Suherman menyebut telah menyerahkan langsung surat itu ke Fadhil Arief, siang tadi. Politisi berbadan bongsor itu membeber sederet alasan mendukung Fadhil Arief, cucu ulama ternama Batanghari, kyai Haji Syukur itu.

“Kita melihat Batanghari butuh figur baru. Figur muda nan enerjik, yang sudah punya pengalaman birokrasi yang mengental,”katanya.

Sosok Fadhil, kata Evi, masuk kategori yang diincar PPP. Ia berpengalaman mentereng di birokrasi, karena pernah menjadi Kepala Dinas hingga kini menjabat Sekda Muaro Jambi.

“Jadi, beliau lebih tahu menata Pemerintahan di Daerah,”ujarnya.

Mengantongi 4 kursi PPP, Fadhil butuh tambahan setidaknya 3 kursi lagi untuk bisa berlaga di Pilkada Batanghari. Demi menggenapi minimal 7 kursi parlemen, Fadhil akan berkoalisi dengan sejumlah parpol.

Selain koalisi parpol, surat itu meminta Fadhil secepatnya mencari pasangan wakil.

“Memberdayakan dan melibatkan seluruh kader dan struktur partai di setiap tingkatan untuk pemenangan,”bunyi salah satu poin surat tersebut.

Ketua DPW PPP Evi Suherman dan jajaran pengurusnya berfose hangat dengan salam tangan dikepal bersama M Fadhil Arief, calon Bupati Batanghari.

Muhammad Fadhil Arief, tak hanya dikenal sebagai birokrat muda nan murah senyum.  Kesehariannya, ia dikenal sebagai sosok yang taat beribadah. Mengalir darah dari seorang ulama besar, kealiman Fadhil lalu diwujudkan–embodied–ke dalam kehidupan sehari-hari. Fadhil misalnya, adalah tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah pula dipercaya memangku jabatan Ketua Gerakan Pemuda Ansor.

Sebagai tokoh NU, Fadhil bukan sosok eksklusif. Ia akrab dengan tokoh dan kalangan organisasi lain, seperti Muhammadiyah. Ketika beranjangsana ke NasDem misalnya, Fadhil turut memboyong sejumlah kader Muhammadiyah. Ia juga lekat dengan kalangan minoritas.

Sejarah Fadhil bukan hanya terekam sebagai anak mantan seorang Sekda. Dialah cucu kesayangan Haji Syukur, ulama besar dari pinggiran Sungai Batanghari–yang konon disebut-sebut sebagai salah seorang wali–.

Jejak kewalian Haji Syukur–kakek Fadhil dari garis keturunan ayah–, terlacak dari berbagai studi dan riset. Mahdayeni, Dosen STAI Muara Bulian dalam artikelnya berjudul H Syukur Seorang Wali dari pinggiran Sungai Batanghari memotret jejak sejarah itu.

Semasa Haji Syukur, penyebaran Islam tak hanya berpusat di Desa Terusan Batanghari saja. Tapi, sudah melebar hingga ke daerah-daerah tetangga, semisal Sarolangun, Bungo dan Muaro Jambi.

Bak wali songo, Haji Syukur berdakwah menyusuri kampung-kampung. Ia masuk ke rumah-rumah penduduk, bergerak dari satu masjid ke masjid lain. Sementara wali songo misalnya,  mengandalkan wayang dalam menyebarkan Islam, Haji Syukur percaya pada syair.

Ia menciptakan sendiri syair-syair untuk media dakwah itu. Inilah masa ketika syair-syair Haji Syukur populer dan kemudian dikenal luas. Jejak syair Haji Syukur diulas dalam sebuah artikel berjudul “Arudh Haji Syukur”, yang ditulis oleh Hilmi.

“Syair yang beliau ciptakan sangat populer zaman itu,”cerita Fadhil, cucu pertama Haji Syukur, ditemui Jambi Link di ruang kerja Sekda Muaro Jambi, belum lama ini.

Mengusung tagline pulang kampung, Fadhil berikhtiar merebut tahta nomor satu di Batanghari. Bukan untuk mengejar jabatan, tapi, Fadhil hendak membawa perubahan. Ia berikhtiar meneruskan jalan dakwah, jalan yang pernah dirintis sang kakek, tentu saja dengan cara dan medium yang berbeda.

“Demi membangun tanah kelahiran tercinta,”ujarnya.

Editor : Heriyanto, SH / Sumber : JambiLink

Related posts