Nah…!!! Simpang Siur Bantuan Banjir di Mersam Jadi Komentar Netizen

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Simpang siur bantuan banjir di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari menjadi komentar di netizen (Facebook). Pasalnya, bantuan tersebut tidak sesuai dengan pendataan RT dan di kliem oleh kelompok tim sukses dari satu kandidat calon Bupati Batanghari mendatang, menurut dugaan media Kulitinta.id.

“Kami melihat langsung data warga yang akan mendapatkan bantuan ini di Kantor Camat Mersam. Dimana waktu ingin memberikan bantuan ini pada warga, terlihat tim calon kandidat calon bupati sibuk memberikan data baru,” kata Tamrin dan diamini oleh warga.

Dalam komentar Netizen juga mengatakan, jika ini benar, tolong usut tuntas, sesuai dengan aturan dan ini termasuk korupsi.

“Abis suara di kantor camat tadi, barang banyak tapi la ado namo galo,” komentar Arina Husni, pada komentar berita sebelumnya.

Ayi nama di Neyizen juga mengatakan, dak heran lagi la lor, politik tidak kejam, yang kejam, orang-orang yang di dalam politik itu la. Mau pilkada janji itu janji ini, semua bohong.

“Contoh yang telah sudah apa kemajuan tempat kita. Padahal elit-elit politik banyak, hasilnya nihil, aneh,” komentarnya.

Baktiar juga mengomentari lewat Netizen, itu lah hebatnya bersembunyi di balik derita menurut pengakuan. Salah satu warga mengatakan dapat bantuan hanya keluarganya yang mendata adik ipar nya dan membagikan adik iparnya juga.

“Banyak bakal aaa isi umah dedo badapur tagar lah tapi tu lah yo urang kuat galo pejabat handar,” komen Mus Mulyadi.

Pada informasi sebelimnya, dugaan pendataan bantuan korban banjir di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari di data oleh tim sukses calon bupati. Hal ini di katakan langsung oleh warga Kecamatan Mersam kepada media Kuli Tinta Dot Aidi (Kulitinta.id).

“Awalnya pendataan ini di lakukan oleh pihak RT dan kemudian di serahkan kepada pihak Kelurahan. Akan tetapi setelah pendistribusian bantuan ini diberikan kepada warga, data tersebut berubah dan banyak di atur oleh tim sukses salah satu calon bupati,” kata Aini, istri ketua RT05 Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam.

Senada dikatakan, Tamrin, warga Keluhan yang sama, bahwa pendistribusian ini langsung dilakukan oleh tim dan dilakukan di Kantor Camat Mersam.

“Dari pagi sampai siang warga Mersam mendatangi kantor camat dan mengharapkan bantuan banjir ini. Namun, kejadian dilapangan melihat orang-orang yang bukan bekerja di kantor Camat yang memberikan bantuan ini dengan cara sembunyi-sembunyi,” ujarnya.

Salman, Camat Mersam ketika di konfirmasi lewat Via Ponselnya terkait data bantuan ini mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang mengajukan nama-nama warga yang mendapatkan bantuan ini

“Ini kewenangan Kasi Tantib Kecamatan, yakni Marzaman. Saya kurang paham dalam persoalan pendataan dan bantuan itu,” jelasnya.

Asnawi, Lurah Kembang Paseban juga mengatakan, data bantuan yang dilakukan oleh pihak kelurahan sudah di serahkan ke kecamatan dan soal pendistribusian bantuan ini dirinya tidak mengetahui.

“Pihak Kecamatan yang bertanggungjawab dalam pemberian bantuan itu, bukan kami,” paparnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Kembang Paseban mengharapkan pihak yang berwenang dapat turun langsung dan melihat data-data penerima bantuan ini dan termasuk siapa yang memberikan bantuan tersebut.

Selain itu, jika hal ini salah, kepada pihak penegak hukum dapat menelusuri satu persatu bantuan tersebut diberikan dan siapa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut sesuai sata RT yang ada di dalam wilayah Kecamatan Mersam. (*)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts