Limbah Tambang Batubara PT. SLE di Mersam Batanghari Rusak Lingkungan Warga

BATANGHARI, KULITINTA.ID – Limbah pertambangan batubara PT. Sanggah Langit Energi (SLE) di Desa Mersam Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, rusak lingkungan warga. Bahkan, limbah tersebut tidak ada tempat pembuangan yang jelas dan membuat keresahan warga di desa tempat.

Amin, warga Desa Mersam mengatakan, sejak pertambangan batubara perusahaan ini di buka. Pihak perusahaan tidak ada tanggungjawab dan juga tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Lebih kurang dua tahun tambang ini beroperasi tidak ada manfaat bagi masyarakat, dan pencemaran limbah kian hari kian menjadi,” kata Amin.

Senada dikatakan, Husen, warga desa setempat, bahwa perusahaan tambang tersebut tidak memberi manfaat dan juga merusak lingkungan dari limbah batubara.

“Kami meminta pihak instansi pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan juga pusat dapat melihat langsung terhadap pencemaran limbah tersebut. Sebab limbah ini merusak lingkungan kami,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Gawi juga mengatakan, pembuangan limbah perusahaan ini melalui sungai buatan dan mengarah kesungai tiga. Dimana sungai buatan perusahaan ini juga mengarah ke sungai kecil dan sungai kecil ini tidak mengarah kesungai lain.

“Sungai kecil itu buntu dan di ujung sungai ini ada pemukiman masyarakat. Sementara dampak dari pencemaran limbah ini sangat mengkhawatirkan kesehatan masyarakat dan sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Sementara itu, Mukhlis Nawas, Pelaksana Tugas Desa Mersam mengatakan, sementara ini pihak pemerintahan desa belum menerima laporan dari masyarakat.

“Belum ada laporan dan kalau ada waktu nanti, kami akan turun kesana,” kata Mukhlis.

Pentauan media online kulitinta.id di lapangan melihat sumber air limbah yang di buang oleh perusahaan ini seakan-seakan asal-adalan. Terlihat dari kolam tempat mesin pompa pembuangan air limbah di ini di gali dengan sekadarnya daja.

Disamping itu, kolam-kolam yang di buat oleh perusahaan tersebut sangat kecil sekali dan arus air limbah ini langsung mengalir ke tanah masyarakat di desa setempat. (*)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts