Penyaluran BBT Tahap I di Mersam Batanghari Tidak Tepat Sasaran

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Penyaluran Bantuan Batanghari Tunai (BBT) tahap I di Desa Mersam Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, sebesar Rp600 ribu perwarga tidak tepat sasaran. Pasalnya, dalam penyaluran BBT tersebut secara langsung di serahkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Batanghari dan Pihak Pemerintahan Desa Mersam kepada masyarakat.

“Berdasarkan surat keputusan Bupati Batanghari nomor 142 Tahun 2020 tentang penetapan penerima BBT kepada masyarakat terdampak Covid-19 Tahun Anggaran 2020 di desa mersam tidak tepat sasaran, bahkan ada 2 warga dalam satu rumah dapat dan yang berhak menerima bantuan ini tidak dapat, termasuk orang yang sudah meninggal termasuk kedalam pendataan penerima,” kata Helmi, warga Desa Mersam.

Dia juga mengatakan, dalam jadwal penyaluran bantuan ini kepada para camat dan Kepala Desa bagi masyarakat desanya, yang berhak menerima di Desa Mersam ada sebanyak 218 warga.

“Kemarin (Jumat) sekitar pukul 14:00 pihak pemerintah mulai melakukan pemberian bantuan ini. Di lapangan terlihat ada seorang warga terlibat mengatur warga mengambil bantuan ini dan jelas ini ada kaitannya dengan politik,” ujarnya.

Menurut dia, terhadap seorang warga yang berperan melakukan pemberian bantuan ini sama sekali tidak berhak. Dan terdapat beberapa warga satu rumah dan warga satu keluarga ikut mendapatkan bantuan tersebut. Padahal mereka tidak layak menerima bantuan ini.

“Beberapa warga mengadukan hal ini kepada saya, kenapa mereka tidak dapat. Sementara yang mendapatkan bantuan itu adalah orang yang mampu dan rata-rata orang kaya-kaya,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, tidak tepat sasaran bantuan ini akan dilaporkan kepada Bupati Batanghari dan juga pihak penegak hukum. Sesuai data bukti untuk penerima yang tidak tepat sasaran ini sudah di pegang oleh kuasanya.

Senada dikatakan Irwan, warga Desa Mersam juga melihat, pada penyerahan bantuan ini berlangsung secara kekeluargaan dan sepihak. Dimana, dari awal persiapan pada pemberian bantuan ini tidak seperti apa yang ada di dalam surat Keputusan Bupati Batanghari.

“Di dalam surat keputusan itu tidak di tandatangani oleh Bupati Batanghari, akan tetapi di tandatangani oleh Sekretaris Gugus tugas percepatan penangganan Covid-19, yakni Asisten 1, Drs, Hendri Jumiral, MM,” katanya.

Sementara itu, Syarai Saman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari membenarkan dengan ada penyaluran bantuan tersebut kepada warga desa mersam. Ketika ditanya soal sasaran bantuan tersebut, dia mengatakan, bahwa data penerima bantuan tersebut didata oleh pihak pemerintahan desa.

Di samping itu, hingga berita ini disiarkan, Camat Mersam, Salman, ketika dihubungi beberapa kali melalui Via Ponselnya tidak pernah menjawab pada panggilan ponselnya. (*)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts