Karna salah paham terjadi pengeroyokan

KULITINTA. ID, Batang Hari- karena salah paham diduga terjadi pegeroyokan dan pemukulan oleh beberapa orang oknum masyarakat Bajubang laut, kali ini yang jadi korban adalah Saragih dan empat orang temannya pada jum, at 31/8/2020. Saragih  menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa dirinya ,”Kami niat mancing berdua sekira pukul 7 pagi bergkat dari sungai baung sewa ketek Aan.

dan kami ke rantau Puri sekira pukul 8 pagi dan kami menepi di tempat Pasiran menjemput teman mau mancing juga kami berangkat lah , kami bertiga mancing lah di ketek di rantau Puri sekira pukul 11 kami naik ke atas menjemput anak opung juntak,di bajubang laut , mau  bergabung dengan kami, terus dititipkan motor disana , kami mancing lagi ke bawah Sekira pukul 4 sore,

kami mau pulang melewati bajubang laut ,setelah itu ketemu orang tua ditengah sungai diatas perahu dia ngasi bahasa isyarat dengan tangan dari kejauhan ,karena kami mau menepi meninggalkan teman mau ambil motor yang dititipin di bajubang laut.

dengan bahasa isyarat orang tua tadi , kami ngomong diatas ketek dengan nada yang keras , Ketekamu dari Mano beliau menunjuk kebawah lalu kami memutar

tanpa disadari kami menepi tiba tiba kami di datangi sekumpulan orang dan ibu ibu dengan bahasanya kami di tuduh marahi orang tua itu dengan bahasa pantek, kami dilempari dan di usir kami pergi berangkat ke sungai baung tiba tiba kami di kejar pake ketek Kurang lebih 7atau 8 orang..dengan membawa Sajam sontak kami takut dan spontan menelpon yang punya ketek

lalu mereka menyusul kami mendekati pelabuhan kami disuruh menepi dengan segerombolan  dan masa dari darat kami pun menepi lalu kami di keroyok.

dan opung pun pingsan sontak orang sungai baung menolong kami dan opung di gotong ke darat , jadi intinya mereka salah tanggap dikiro kami marahi orangtua itu Dan bahasa pantek sebenarnya ketek orang itu salah dengar Ungkap Saragih .

kemudian  dia lansung melaporkan kejadian itu kepolres Batang Hari  di terima dengan anggota piket dengan no laporan polisi :

Pihak korban menghubungi media ini lewat WA dan menjelaskan kejadiannya, sampai berita ini diterbitkan pihak diduga yang pengeroyokan belum bisa di hubungi. (IAN) 

Editor : supan sopian, SE

Related posts

Leave a Comment