Nah..!!!Trump Positif Corona, Apa yang Terjadi Jika Presiden AS Tak Bisa Bertugas?

KULITINTA.ID, JAKARTA – Virus corona telah menghadirkan situasi baru, tetapi melindungi kursi kepresidenan adalah sesuatu yang telah direncanakan – dan dikelola – oleh para anggota parlemen AS.

Pada satu sisi, Presiden Donald Trump bisa menjadi salah satu dari jutaan orang yang telah pulih dari Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

Namun, di sisi lain, dia boleh jadi memerlukan perawatan yang lebih serius yang akan membuatnya tidak dapat melakukan pekerjaannya.

Berikut sekilas tentang apa yang terjadi jika dia terlalu sakit untuk bertugas.

Apa kata Amandemen ke-25 Konstitusi AS?

Pertama, mari kita jabarkan para pemeran utama pemerintahan AS.

Selain Presiden Trump, ada Wakil Presiden Mike Pence, Ketua DPR Nancy Pelosi -yang juga pemimpin partai Demokrat – serta Chuck Grassley Chuck Grassley, senator dari Partai Republik yang mengepalai Senat jika wakil Presiden absen.

Ketika presiden tidak bisa menjalankan tugasnya, Konstitusi mengalihkan “wewenang dan tugas-tugas” kepresidenan ke tangan wakil presiden.

Dalam Amandemen ke-25 yang diratifikasi pada akhir 1960-an membuat proses ini kian jelas.

Dalam situasi sekarang, ini kemungkinan yang akan terjadi.

Jika Trump harus menjalani perawatan serius akibat Covid-19 di rumah sakit, itu berarti dia tidak akan menjalankan tugas-tugasnya.

Dia kemudian harus menulis surat kepada Pelosi dan Grassley untuk memberitahu kedua majelis di Kongres bahwa dia tidak bisa bertugas. Pada saat itu, wakil presiden akan menjadi pejabat pelaksana presiden.

Trump harus kembali mengirim surat ke Kongres jika dia sudah bisa menjalankan tugas-tugasnya.

Wakil Presiden Mike Pence akan menjadi pengganti Presiden AS Donald Trump jika dia tak bisa menjalankan tugas. (Getty Images)

Namun, apa yang terjadi jika Trump tidak bisa mengirimkan surat ini?

Maka tanggung jawab itu akan dilimpahkan pada Pence dan mayoritas pemimpin kabinet Trump.

Kelompok ini kemudian mengirim surat ke Pelosi dan Grassley yang mengatakan Pence segera menjadi pejabat pelaksana presiden.

Lagi-lagi, Trump harus menulis surat kepada para politisi tersebut ketika dia akan kembali bertugas.

Jika Pence dan pejabat kabinet lain tidak menyetujuinya, maka keputusan diserahkan kepada Kongres melalui pemungutan suara untuk memastikan Trump layak mengambil alih kembali jabatannya.

“Meski ketidakmampuan presiden akan menjadi situasi nasional yang serius, pemerintah akan dapat berfungsi tanpa gangguan sampai presiden pulih,” jelas peneliti senior Brookings Institution, John Hudak, dalam sebuah analisis yang meninjau kemungkinan ini awal musim panas ini.

Apakah pemilu akan ditunda?

Kemungkinan tidak. AS belum pernah menunda pemilihan presiden sebelumnya.

Keputusan apapun terkait dengan penundaan pemilu semestinya berasal dari Kongres.

Konstitusi menjamin Kongres kekuasaan untuk mengatur hari pemilihan.

Para anggota parlemen mengabadikan Selasa pertama setelah Senin pertama pada bulan November, setiap empat tahun, sebagai hari pemilihan presiden.

Untuk mengubahnya sekarang berarti DPR (saat ini dikendalikan oleh oposisi Demokrat) dan Senat (dikendalikan oleh Partai Republik yang mendukungTrump) harus menyetujui perubahan undang-undang dalam 30 hari ke depan.

Analis mengatakan hasil ini tampaknya hampir tidak mungkin mengingat adanya perpecahan partisan di Kongres.

Kemungkinan lain adalah, meskipun Trump tidak mampu bertugas pada hari pemilihan, namanya tetap ada di surat suara.

Namun pilihan lain (meskipun jauh): Komite Nasional Republik dapat mencoba untuk menempatkan kandidat pengganti di luar sana – tetapi sepertinya tidak ada cukup waktu melakukannya untuk memenuhi tenggat waktu pemilihan negara bagian.

Apakah presiden AS sebelumnya pernah absen dari tugas?

Pada 1985, ketika Presiden Ronald Reagan dirawat di rumah sakit karena operasi kanker, dia menugaskan wakil presiden kala itu, George HW Bush, untuk mengambil alih tugasnya.

Pada 2002 dan 2007, Presiden W Bush melakukan hal yang sama ketika dia dibius selama menjalani kolonoskopi rutin.

Soal masalah kesehatan yang muncul tiba-tiba saat tahun pemilihan, hanya sedikit yang bisa menyamai drama yang menimpa Teddy Roosevelt. Dia berhasil menuntaskan pidatonya yang berdurasi 84 menit kendati dia baru saja ditembak dalam pekan terakhir kampanyenya pada 1912.

Dia terpaksa menunda kampanyenya dan menjadi kandidat kedua dari Partai Progresif.

Dalam pemilihan yang sama, Wakil Presiden dari Partai Republik James Sherman meninggal hanya beberapa hari sebelum dia dan Presiden William Howard Taft dicalonkan kembali.

Pejabat Partai Republik tidak punya cukup waktu untuk menunjuk penggantinya sebelum hari pemilihan – tetapi Taft akhirnya kalah. Woodrow Wilson dari Partai Demokrat akhirnya menjadi presiden.

Sumber : DetikNews.com/Editor : Heriyanto, SH

Related posts