Nah…!!!Warga Batanghari Laporkan Firdaus Fattah Ke Bawaslu, Soal Dugaan Pelanggaran Pilkada 2020

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Warga di Kabupaten Batnaghari kembali melaporkan dr. Muhammad Firdaus Fattah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batanghari, terkait persoalaan dugaan pelanggaran Pilkada 2020.

Pir, salah seorang pelapor mengatakan, bertindak untuk dan atas nama pribadi dan masyarakat Batanghari, bahwa pada tanggal 14 Oktober 2020 sekira Pukul 14.00 WIB, dr. Muhammad Firdaus  melalui Tim Pemenang, atas nama Darussalam memberikan Pipa Paralon kepada masyarakat dan diposting melalui media social (Facebook) milik Cahyani Polot di akun Facebook pribadinya.

Di dalam status Cahyani Polot melalui Facebooknya dengan melampir foto Mobil Pick Up Mitsubishi L300 dengan muatan paralon dengan tulisan, “dari keluarga Cahyani Polot terima kasih banyak atas peralon untuk mak sayo Sumiyati, ini adalah bukti nyata keikhlasan dari Calon Bupati Firdaus Fattah untuk rakyat kecil di Batanghari, salam santun kami 2 jari,” katanya.

Dia juga mengatakan, dari postingan akun Facebook Cahyani Polot tersebut di atas, pengakuan Cahyani Polot (Yessi Cahyani) anak dari Sumiati penerima pemberian pipa paralon dari dr. Muhammad Firdaus Calon Bupati nomor urut 2 (dua).

“Pemberian pipa paralon dari dr. Muhammad Firdaus Calon Bupati nomor urut 2 (dua) kepada sumiati bukan merupakan bahan kampanye dan harga pipa paralon tersebut menurut pelapor lebih dari Rp60.000,00 (enam puluh ribu rupiah) kalikan berapa banyak paralon di mobil Pick Up tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, dalam foto yang diposting oleh Cahyani Polot (Yessi Cahyani) memakai pakain coklat muda terlihat Cahyani Polot mengacungkan jari dua bersama dengan Sumiati memakai pakaian hitam yang menerima pemberian pipa paralon, didampingi oleh seorang perempuan dan Darusalam memakai baju batik dan kain sarung selaku tim sukses dr. Muhammad Firdaus Calon Bupati nomor urut 2 (dua).

Dia menjelaskan, berdasarkan pengetahuan Pelapor, Sumiati penerima pemberian pipa paralon dari dr. Muhammad Firdaus Calon Bupati nomor urut 2 (dua) termasuk dalam Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari yang terdaftar di TPS 015, RT 019, RW 003, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.

Perlu diketahui, bahwa perbuatan dr. Muhammad Firdaus Fattah tersebut, diduga kuat telah melanggar Pasal 187A ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang berbunyi “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi Pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”.

Bahkan, berdasarkan fakta lapangan dan fakta hukum tersebut, maka kami meminta agar dr. Muhammad Firdaus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Dimana, berdasarkan laporan dugaan pelanggaran Pilkada Tahun 2020, Pelapor meminta kepada Bawaslu Batang Hari dapat menindaklanjuti pengaduan Pelapor terhadap Terlapor.

Sementara itu, hingga berita ini disiarkan, Ketua Bawaslu, Indra belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait laporan warga soal dugaan pelanggaran Pilkada 2020, yang dilakukan oleh Calon Nomor urut 2, yakni dr. Muhammad Firdaus Fattah. (Tim)

Related posts