GPKJ Minta Kepala Kejari Muara Bulian Publikasikan SP3 PJ Sekda Batanghari Soal Dugaan Korupsi Jaringan Tiang Listrik

KULITINTA.ID, JAMBI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Korupsi Jambi (GPKJ) Perwakilan Batanghari, meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Bulian mempublikasikan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) Pejabat Sementara (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Batanghari, Mulawarmansyah, terkait persoalan dugaan korupsi jaringan tiang listrik ditiga Desa di Kecamatan Bajubang, yakni Desa Pompa Air, Desa Sungkai dan Desa Bungku.

Berdasarkan pemberitaan di media online, tempo.co, Selasa, tanggal 13 November 2013, Kejari Muara Bulian telah menetapkan tersangka, antara lain beberapa orang tersangka, antara lain penaggungjawab teknis proyek, yaitu Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kabupaten Batanghari, yakni Mulawarmansyah.

“Saya sudah mengirim surat kepada Kepala Kejari agar dapat mengekspos ulang terkait dengan kasus PJ Sekda Batanghari, sebab ini menjadi pertanyaan publik dan beberapa lembaga di Batanghari ini. Jika sudah di SP3 kan, mana surat perintah penghentian penyidikan itu, ayoo,” kata Supan Sopian, Ketua LSM GPKJ ini.

Dia juga mengatakan, pada Tahun 2012, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi sudah mengaudit pekerjaan proyek pemasangan tiang listrik yang di nilai mubazir itu. Dalam audit BPK, menemukan kerugian Negara sebesar Rp603 juta lebi dari nilai keseluruhan pekerjaan pekerjaan proyek Rp6,9 miliar itu.

“ Proyek tiang listrik berbahan beton ini dipasang untuk jaringan listrik wilayah pedesaan di Desa Bungku dan Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Dananya menggunakan APBD Kabupaten Batanghari. Oleh PLN, pembangunan itu ditolak karena telalu rendah, semesti 11 meter menjadi 9 meter,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberitaan ini disiarkan, Kepala Kejari Batanghari, Dedy Priyo Handoyo, belum berhasil untuk dimintai keterangan terkait dengan surat yang disampaikan kepadanya. Begitu juga dengan sebaliknya PJ Sekda Batanghari, Mualawarmansyah, juga belum berhasil untuk dimintai keterangan, terkait dengan tanggapan soal kasus dugaan korupsi ini. (Tim)

Editor : Heriyanto, SH

 

Related posts

Leave a Comment