Sang Deklarator Tentara Allah di Bandung Barat ‘Menghilang’

KULITINTA.ID, BANDUNG – Sekelompok warga di Kampung Sasak Bubur, RT 04/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendeklarasikan pembentukan Jundullah atau Tentara Allah. Sang deklarator, Erwan Sa’ad, kini ‘menghilang’ usai video deklarasi itu viral di media sosial. Polisi bergerak mencari keberadaan Erwan.

Deklarasi yang dibacakan oleh Erwan Sa’ad itu berbunyi ‘Deklarasi Pembentukan Jundullah atau tentara Allah. Ketua RW 03 Sopiyandani mengaku sama sekali tak mengetahui ada kegiatan deklarasi pembentukan Tentara Allah yang dilakukan warga sekaligus jemaah masjid di wilayahnya.

“Jujur saya enggak tahu ada deklarasi semacam itu. Karena ya memang tidak ada pemberitahuan ke pengurus RT dan RW. Jadi kalau mau jelasnya deklarasi itu tujuannya apa, harus ke Ustad Erwan,” ungkap Sopiyandani.

Supiyandani mengatakan Erwan Sa’ad yang memimpin deklarasi memang memiliki jemaah masjid di wilayahnya. Namun yang bersangkutan sendiri tidak berdomisili di Kampung Sasak Bubur. “Sebetulnya mereka ini ya jemaah masjid biasa, yang kegiatannya pengajian. Tapi memang kalau pengurus jarang komunikasi juga dengan mereka. Enggak aneh-aneh juga selama ini,” katanya.

Diceritakan oleh jemaah masjid Allah Sawah Ade Ali Syarifudin, deklarasi pembentukan jemaah Tentara Allah itu dilakukan pada Jumat (1/1/2021) usai pelaksanaan salat Jumat di masjid setempat.

Usai pelaksanaan salat Jumat, Erwan yang oleh jemaah dipanggil sebagai ustaz meminta jemaah tak beranjak. Jemaah kemudian diperintahkan berdiri lalu berjejer di samping kiri dan kanan Erwan.

“Ternyata setelah berdiri semua, ustaz Sa’ad kemudian membuka kertas dan langsung deklarasi soal jemaah Jundullah. Semua kaget termasuk saya, bahkan ada yang minta penjelasan. Katanya nanti setelah deklarasi dijelaskan sama beliau,” kata Ade.

Padahal saat khutbah Jumat, tak ada indikasi Erwan bakal melakukan deklarasi tersebut. Khutbah yang disampaikan pun tak ada yang menjurus ke ajakan mendeklarasikan sesuatu atau ajakan lainnya.

“Dia kan datangnya seminggu sekali, pas Salat Jumat. Nah saat khotbah kemarin pun tidak ada yang menjerumus ke deklarasi. Hanya membahas hadis soal semangat ibadah,” ujar Ade.

Ade makin tak menyangka dan panik usai video deklarasi jemaah Tentara Allah viral di media sosial. Mengingat ia sama sekali tak tahu maksud dan tujuan dari deklarasi Tentara Allah yang diinisiasi oleh Erwan Sa’ad.

“Jemaah sebetulnya sama sekali tidak tahu maksud dan tujuannya. Setelah viral seperti kita kaget dan panik, karena dari awal tidak tahu apa-apa. Sebetulnya membawa mudarat, buat kami jemaah, termasuk ke pemerintah juga membawa hal tidak baik setelah deklarasi itu,” tutur Ade.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB Jaja mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan MUI KBB dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KBB akan menerjunkan tim ke lokasi deklarasi.

“Kita menyelidiki dan menemui para deklarator. Kita coba panggil juga Erwan Sa’ad sebagai pemimpinnya,” kata Jaja.

MUI Bandung Barat Muhammad Ridwan mengatakan pihaknya bakal meminta keterangan pada Erwan Sa’ad terkait paham yang diyakini baru bisa menyimpulkan apakah menyimpang atau tidak. “Ini harus dipanggil agar jelas maksud dan tujuannya. Tapi sejauh ini tidak ada atribut aneh yang digunakan. Kalau sudah jelas keterangan dari yang bersangkutan, nanti bisa disimpulkan apakah menyimpang atau tidak,” kata Ridwan.

Lima hari berselang, warga yang sebelumnya mendeklarasikan jemaah Tentara Allah, kini berbalik menolak dan membatalkan deklarasi tersebut. Mereka membuat surat pernyataan bersama yang ditandatangani 14 orang yang hadir pada saat deklarasi.

Deklarasi penolakan pembentukan jemaah Tentara Allah juga disampaikan oleh unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cihampelas, KBB. “Hasilnya dibuat surat pernyataan bersama oleh warga yang ditandatangani di atas meterai mereka menolak dan membatalkan deklarasi Tentara Allah,” ucap Kepala Desa Mekarmukti Andriawan Burhanudin.

Polisi tengah mencari keberadaan pemimpin deklarator tersebut. Saat ini keberadaan Erwan belum diketahui.

“Untuk ustaz-nya tersebut, sampai sekarang sedang kita cari untuk mintai keterangan mengapa yang bersangkutan melakukan seperti itu,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (6/1/2021).

Editor : Heriyanto, SH/Sumber : Detiknews.com

Related posts