Limbah Tambang Gas PT BHDC di Mersam Batanghari Diduga Cemari Persawahan Warga

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Limbah Gas Perusahaan Terbatas, Bohai Driling Service Indonesia (PT. BHDC) yang sedang melakukan proyek pekerjaan tambang Gas di RT01 Desa Tanjung Putra Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, diduga mencemari persawahan warga setempat.

Pantauan Media Kulitinta.id, dilapangan, masyarakat menyampaikan, bahwa pada pertambangan Gas tersebut ada pencemaran limbah yang di alirkan ke salah satu persawahan milik warga yang dekat dengan parit daerah sekitar.

“Kami nengok lansung, dari galian penampung limbah milik perusahaan itu, limbahnyo ngalir masuk ke sawah warga. Sedangkan setahu kami, kalau masalah limbah itu dak boleh di alirkan kesembarang tempat, apo lagi itu ngalir kesawah, dan dari sawah aek itu biso sajo masuk ke aliran sungai kecil lagi dan diduga limbah itu bahaya,” kata warga setempat yang enggan namanya disebut.

Tak hanya tentang keluhan Limba saja, senada dikatakan, Andi, warga Desa setempat mengatakan, akibat proyek tambang itu, ada satu warga bersama anaknya terjatuh dari motor, akibat jalan laluan yang dekat pertambangan.

“Jalan ini adalah jalan tanah dan kurangnya perhatian perusahaan terhadap pemakaian jalan, padahal ini adalah jalan pemda Batanghari,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, beberapa alat berat perusahaan juga melintasi jalan ini dan mengakibatkan jalan ini hancur dan termasuk limbah yang mengalir ke persawahan masyarakat.

“Yo bang, kemaren jugo ado orang sampai jatuh jugo bawak anak kecil umur 2 tahunan. Sebab jalan desa ko licin dan hancur nian bekas tanah siso dari mobil fuso milik perusahaan, termasuk dugaan pencemaran limbah,” jelasnya.

Di tempat terpisah ,Fredi selaku Staft office PT. BHDC membenarkan kebenaran limbah tersebut masuk ke persawahan warga.

“Kalau mengenai limbah yang mengalir ke arah persawahan itu memang Benar adanya. Tapi, itu akan kami pastikan dulu tingkat proses bahaya atau tidak, karena penampungan limbah kami itu ada 4 titik, dan itu beat terakhir yang hanya air saja,” paparnya.

Sementara itu, hari ini pihaknya akan segera hubungi pimpinannya untuk membahas limbah yang di maksud. Dan pihaknya sedang menguji melalui uji labor.

“Kalau mengenai ada warga yang kecelakaan dari motor kemaren memang benar. Dan kami pas saat itu memang belum tinggal di tambang ini, akan tetapi tetap kami berikan santunan kepada korban,” katanya lagi. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts