PT. Jindi di Mersam Harus TanggungJawab Atas Rusaknya Jalan Lingkungan Desa Tanjung Putra

KULITINTA.ID, BATANGHARI – PT Jindi yang beroperasi di penambangan Gas harus bertanggungjawab atas rusaknya jalan lingkungan di Desa Tanjung Putra menuju Desa Sungai Puar Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi. Pasalnya, jalan lingkungan tersebut merupakan jalan masyarakat banyak yang digunakan oleh pihak perusahaan mengakut pipa dan alat berat untuk kepentingan perusahaan ke lokasi pertambangan gas miliknya.

“Perusahaan ini sangat merugikan warga setempat dan juga meresahkan warga. Sebab, selain dugaan pencemaran limbah, termasuk dengan kerusakan jalan lingkungan di desa kami ini dan kami minta perusahaan ini tanggungjawab,” kata Aan, warga desa setempat.

Dia juga mengatakan, perusahaan penambangan Gas ini beroperasi lebih kurang satu tahun dan tentunya sangat merugikan masyarakat. Bahkan soal izin penambangan Gas yang dimilikinya juga diduga tidak jelas.

“Coba berikan pemahaman kepada masyarakat kami tentang kerja perusahaan dan apa yang akan perusahaan berikan kepada kami jika penambangan Gas ini berhasil,” ujarnya.

Senada dikatakan, Riko, warga Kecamatan Mersam juga mengatakan, bila musim hujan datang, jalan lingkungan dari simpang Desa Tanjung Putra menuju ke Desa Sungai Puar ini licin dan sangat memprihatinkan bagi pengguna jalan.

“Tentunya untuk melintasi jalan licin ini harus ekstra hati-hati dan sebagian jalan banyak yang rusak dari aktivitas angkutan barang perusahaan,” jelasnya.

Menurut dia, jika jalan ini licin dan penuh dengan tanah, perusahaan ini melakukan penyiraman dan tentunya jalan tersebut tambah licin dan membahayakan bagi warga setempat yang melintasi jalan lingkungan ini.

Dia juga menjelaskan, sebaiknya perusahaan membersihkan tanah yang menempel dibadan jalan terlebih dahulu dan baru dilakukan penyiraman. Dan mendengar dari kondisi jalan tersebut, sudah beberapa warga yang kecelakaan melintasi jalan yang menjadi aktivitas perusahaan penambangan Gas ini.

Sementara itu, hingga berita ini disiarkan, Kepala Desa Tanjung Putra, Andika belum berhasil untuk dimintai keterangan dan juga termasuk Camat Mersam, Salman.

Untuk Kades Tanjung Putra, Andika ketika dikonfirmasi lewat Whataaps nya terlihat tidak aktif, sementara Camat Mersam, Salman menelpon redaksi Kulitinta mengatakan, bahwa anaknya ada bekerja disana dan membantu pihak perusahaan melakukan penambangan. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts