Hari Pertama Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka, Ini Kata Kepsek SDN 68/1 Mersam Batanghari,?

KULITINTA. ID,  BATANGHARI – Sesuai Surat keputusan yang diedarkan dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (PDK) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Tanggal (18/2) lalu, dengan Nomor : 421/ 503/ DD/ PDK/ 2021. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 68/1 Mersam Kabupaten Batanghari, Jambi, kembali memulai melaksanakan kegiatan Belajar dan Mengajar di masa wabah Covid-19 tahun 2020 dan 2021 saat ini .

Menurut Pantauan Media Kulitinta.id di lapangan, Siswa dan Guru SDN 68/1 Mersam dalam melaksanakan kegiatan Belajar dan Mengajar, sesuai dengan himbauan Protokol kesehatan, yaitu dengan cara wajib memakai masker, mencuci tangan danmenjaga jarak (3M) guna untuk memutuskan tali rantai dan menghindari kontak langsung penularan penularan Covid-19.

Sulaiman S.Pd, Kepala Sekolah SDN 68/1 Mersam mengatakan, dalam kegiatan belajar dan mengajar ini merupakan tahap percobaan. Bagi sekolah yang berada dalam ruang lingkup Kelurahan di kecamatan Mersam, sesuai edaran dinas PDK Batanghari, bahwa kegiatan akan berlanjut, jika satu minggu kedepan tidak ada kendala terkait waba saat ini pada setiap siswa maupun guru.

” Ya, kami melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar ini sesuai dengan surat edaran dari dinas PDK, dan itupun hanya baru percobaan dalam waktu satu minggu ini, insya Allah kalau tidak ada kendala dalam satu minggu, maka kegiatan belajar dan mengajar akan terus dilanjuti,” kata Sulaiman, Senin.

Dia juga mejelaskan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar, pihak sekolah juga menerapkan sistem shift kepada siswa di mulai hari pertama tatap muka belajar mengajar.

“Untuk antisipasi siswa, pihak kami atau dari pihak sekolah sudah membuatkan aturan, dimana waktu masuk sekolah itu dimulia dari puku 07:25 WIB. Dan bagi siswa yang datang pada pukul 07:30 WIB akan kami suruh pulang dan masing-masing siswa yang datang pastinya akan kami cek dulu suhu badan nya. Apabilah tidak sesuai suhu normal tubuhnya, maka siswa itu akan kami perintahkan pulang kerumah,” jelasnya.

” Menyangkut sistem pada jadwal pembelajaran, kami membuat shift untuk bisa di terapkan oleh masing-masing siswa, dimana untuk shift satu yaitu dengan hitungan ganjil dan shif kedua dihitung genap. Contohnya, pada shift satu, siswa hanya akan mengikuti pelajaran pada hari Senin, Rabu dan Juma’at. Sedangkan shift duanya,  siswa masuk pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan jumlah masing-masing sebanyak 18 Orang per Lokal (Jumlah siswa Satu Lokal dibagi Dua),” paparnya.

Menurut dia, kemudian masing-masing siswa dianjurkan membawa bekal makanan dari rumah masing-masing. Dan untuk jadwal istirahat, itu hanya ada sebatas waktu Sepuluh Menit saja buat makan masing-masing bekal yang di bawah oleh siswa itu saja.

Dia juga berharap, dari pihak Pemda kabupaten Batanghari untuk bisa memberikan bantuan Dana pembangunan Gedung sekolah tambahan dan perbaikan bangunan Sekolah yang sudah rusak pada saat ini.

“Ini kan sekolah unggul atau SDN Center yang ado di kecamatan Mersam, namun saat ini kami masih kekurangan ruangan buat belajar, Ruangan buat Urusan Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruangan Kelompok Belajar (Kombel). Dan disini sebenarnya Tiga Belas Kombel, sedangkan kami cuma punya Dua Belas Kombel saja,” sambungnya.

Kemudian, senada dikatakan oleh Jubai selaku salah satu Orang Tua Murid, semoga saja Wabah Corona ini bisa cepat berakhir, sehingga Anak nya tidak ketinggalan pelajaran lagi.

“Kami orang tua murid berharap semoga corona ini hilang secepatnya bang, karena kami sudah khawatir dengan anak kami yang sudah terlalu lama tidak belajar lagi selama corona ini,” tandasnya. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts

Leave a Comment