PLT Camat Mersam Batanghari Laksanakan Rapat Koordinasi Bersama Forkopimcam Dan Penjabat Desa

KULITINTA. ID,  BATANGHARI – Dengan adanya edaran surat yang diberikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) terkait dengan permesalahan Antisipasi Kejadian Bencana Alam dan La-Nina, serta permasalahan surat edaran dari gugus tugas pusat terhadap Covid-19 melalui surat edaran No 9 Tahun 2021, tentang pendirian posko Covid di setiap Desa dan Kelurahan, serta pelaksanaan pembatasan terhadap Masyarakat. Pelaksana Jabatan (PLT) Camat Mersam melaksanakan Rapat forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) dan Pejabat Desa di gedung rapat Camat Mersam, Senin,  (22/1).

Menurut Pantauan Media Kulitinta.id, rapat tersebut, selain di hadiri forkopimcam dan pejabat desa, yang terdiri dari Kepala Desa kecamatan Mersam (Baik Pjs Kades, maupun Depenitif), Pendamping Desa,  Kepala polisi Sektor (kapolsek) Mersam, Danramil 415-02 Mersam, Tim gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Mersam dan Sektor Unit kerja pertanian yang ada di kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Apriyeldi S.Kep selaku PLT Camat Mersam mengatakan, terkait dengan surat edaran Satuan Gugus Tugas (Satgas)  Covid-19, pihak desa dan kelurahan harus membentuk posko pada masing-masing wilayahnya.

“Terkait dengan surat edaran dari Sekda dan tim Gugus kerja Covid-19, kita perlu kesiapan setiap desa dan kelurahan untuk melaksanan kegiatan antisipasi bencana dan penangganan realisasi covid tersebut,” katanya.

Menurut dia, sesuai edaran dari Satgas covid-19, setiap kades dan Lurah itu harus mendirikan posko dan membentuk tim penanggulanagan, sehingga tim penanggulanan  itu akan bekerja dan berkooanidansi dengan lintas sektor dan dari babinkabtibmas juga akan ikut terlibat didalam hal tersebut, dalam rangka mengaktifkan posko-posko penanggulangan Posko tersebut.

Kemudian dirinya juga menjelaskan, untuk anggaran pembentukan posko kebutuhan pada posko di setiap desa itu, itu akan di kembalikan kepada masing-masih penjabat desanya.

“Untuk anggaran pembentukan posko covid ini, sesuai dengan peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor : 14 Tahun 2020, dana Desa itu juga harus diakumudir untuk penanggulangan Covid dan ini diluar Bantuan Lansung Tunai (BLT). Kalau BLT itu tersendiri di transfer oleh pusat setiap bulan, sedangkan penangganan Civid ini Wajib setiap desa menganggarkannya,” jelasnya.

Dirinya juga menegaskan, untuk memantapkan Desa dan kelurahan dalam menghadapi Bencana dan Wabah Covid -19 saat ini, Masyarakat Desa sudah membentuk kesiapan desa dengan nama Kampung atau Desa Tangguh.

” Dengan menghadapi masa pandemi ini, penjabat desa atau kelurahan sudah membentuk kampung tangguh walaupun sebenarnya pembentukan kampung tangguh itu untuk menghadapi semua bencana, sehingga nanti ketangguhan itu bukan di segi struktur keorganisasian saja yang ditangguh,” paparnya.

Bahkan, termasuk kesiapan desa, ketangguhan desa dalam bencana itu apakah kesiapan pangan nya sudah memadahi, infrastruktur salama menghadapi bencana sudah mewadahi, terutama dalam hal berkaitan jika ada pengungsian. Nah itu sudah diadai oleh Desa.

Senada di ungkapkan oleh Dr. Zentia Agustri selaku tim Kesehatan dan Tugas Gugus depan dari Puskesmas Desa Sungai puar kecamatan Mersam, mengingatkan bahwa ditahun 2021 ini wabah pandemi Covid-19 Masih berlangsung, jadi memang di butuhkan kerjasama dengan masyarakat untuk mengikuti Protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

” Saya sebagai tim kesehatan dari puskesmas Desa Sungai Puar, mengingatkan kepada kita semua yang ada di ruangan ini dan di luar sana, patuhilah Protokol kesehatan, sebab kita sama-sama mengetahui. Kalau di tahun 2021 ini wabah pandemi ini masih berlangsung, jadi ikutilah instruksi protokol kesehatan jika sayang dengan diri sendiri dan orang lain yang di sekitar kita,” tegasnya.

Kemudian selaku Kapolsek Mersam,  Iptu Sutisna menyebutkan, untuk mengsukseskan segala bencana atau waba ini, kita harus sama-sama saling bekerja sama, yang mana kita sudah tahu kalau kita sudah membentuk kampung tangguh.  Maka kita harus mantapkan dulu ketangguhan pangan, ekonomi, kesehatan dan infrastruktur daerah kita dalam memutuskan rantai Covid dan tempat isolasi jika ada yang terpapar. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts

Leave a Comment