Nah…!!! Saksi Paslon CE-RAH Dimentahkan Oleh Saksi Paslon Haris-Sani Disidang Pilgub Jambi Di MK

KULITINTA.ID, JAMBI – Berdasarkan agenda Sidang lanjutan, pembuktian saksi atas tundingan perkara Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) gubernur jambi yang serentak di adakan pada tahun 2020 lalu atas pembuktian saksi dari Pasangan Calon Nomor urut Satu terhadap pasangan Nomor urut Tiga kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK-RI) dilaksanakan pada hari ini Selasa, (23/2).

Pada pelaksanaan sidang pilgub yang dilaksanakan tersebut,  dimana saksi pelapor dari pasangan Calon Nomor urut satu yakni,  Ce Endra-Ratu Munawaro di bantahkan bukti kesaksian nya oleh saksi Saksi Terlapor yakni Pasangan Nomor urut Tiga,  Al haris-Sani pada Rapat pembuktian yang berlangsung di gedung MK di Jakarta.

Saat sidang tersebut dilaksanakan, saksi-saksi yang dihadirkan memberi keterangan yang membantah bahwa para saksi ikuti pilgub dan tidak memiliki KTP Menurut para saksi, mereka sudah lama mendapatkan e-KTP. Bahkan jauh sebelum dilakukan pemilihan Gubernur Jambi 2020.

Bahkan, laporan dari tim advokasi Haris-Sani yang mengikuti sidang, mereka dengan tegas menyatakan tidak pernah membuat surat pernyataan untuk memilih tanpa KTP.

Kesaksian ini kemudian dipertegas saksi Ritas, yang mendatangi nama-nama orang yang memilih tanpa e-KTP.

Data yang ada, dari 72 yang menggunakan e KTP sebanyak 16 orang. 8 orang yang memilih dengan surat keterangan, 22 orang tidak menggunakan hak pilih.

Selain itu, ternyata ada juga pemilih yang tidak menggunakan hak pilihanya karena sakit stroke. Dan ada yang sudah tua.

Belum lagi, ada saksi yang ternyata masih “mondok” dan sedang berada di luar TPS. Keterangan saksi yang menerangkan tentang “mondok” karena pemilih saat itu sedang belajar di pondok pesantren.

Dari seluruh keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak terkait paslon 3, maka nama-nama sebagai pemilih yang tidak memiliki e-KTP dan surat keterangan, tidak sesuai dengan keterangan saksi.

Hingga saat ini, persidangan masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sekarang masih berlangsung,” ungkap Sarbaini, tim advokasi Haris-Sani. (PH)

Editor : Heriyanto, SH

Related posts

Leave a Comment