Viral…!!! Mayat Seorang Wanita Pasien Covid-19 Di Batanghari Diduga Diperlakukan Tak Sesuai SOP

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Beredar sebuah postingan di salah satu Sosial Media (Sosmed) Facebook (FB) atas nama @banng odete, yang mana pada postingan tersebut mengatakan mayat Covid main titip saja ke mobil ambulace milik Puskesmas Pemkab Batanghari.

Sesuai temuan Media Kulitinta.id, pada postingan tersebut, di buat pada pagi Minggu (11/04/21) pada salah satu group Suara Rakyat Batanghari (SRB) milih nitizen Kabupaten Batanghari.

Melalui wawancara di chating pesan singkat pada Messegger, pemilik akun yang biasa di sebut banng odete mengatakan, Pasien tersebut berjenis kelamin Perempuan berinisial (SI).

“Ada seorang pasien Covid perempuan yang mana meninggalnya setelah melakukan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muarabulian, tetapi cara perlakuan dari pihak RSUD ini sangat tidak layak dan membuat resah banyak warga,” sebutnya.

Dirinya mengatakan, pasien tersebut sangat tidak layak perlakuannya, dimana seorang mayat yang jelas sedang menjalankan Isolasi di RSUD Hamba Muarabulian danmeninggal Dunia, namun pihak RSUD tidak bertanggung jawab secara penuh terhadap mayat Covid-19 saat mengembalikan atau untuk urusan memakamkan mayat yang terpapar Covid.

” Ya bang, kita kan tahu kalau prosedur Covid-19 itu sudah ada sesuai SOP dan petugas nya masing-masing, tapi kenapa seorang mayat covid ini tidak diperlakukan dengan SOP, bukannya pihak tim Covid sudah ada, kok bisa dari RSU main titip saja mayat tersebut ke mobil Ambulance milik Puskesmas, saat Ambulace puskesmas antar salah satu anak nya yang juga akan di isolasi di RSUD Hamba Muarabulian,” Tegasnya.

Banng Odete juga menjelaskan, mayat tersebut sudah di Isolasi selama lebih kurang Satu minggu bersama suaminya, dan di susul anak nya, namun sayangnya saat pemakaman, tidak ada satupun tanggung jawab dari pihak RSUD ataupun Tim tugas depan.

” Untuk keterangan korban, kabarnya sudah satu Minggu di Isolasi bersama suaminya, namun istrinya meninggal saat masa Isolasi, dan suaminya masih di RSUD,” Paparnya.

“Yang di sayangkan, tidak ada satupun pihak RSUD yang urus mayat tersebut saat dimakamkan, sehingga dari RSUD mayat tersebut di bawah ke puskesmas hingga mau tidak mau pihak puskesmas yang menguburkan mayat dengan meminta bantuan kepada warga yang di sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU), setelah di makamkan, barulah salah satu perawat mengabarkan kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat, ” Sambung Banng Odete.

Sementara itu sampai saat ini Dr. Elfi Yenny sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) saat awak Media ingin mengomfirmasikan perihal tersebut via Telephone dan pesan singkat Whattsap (WA), namun belum ada tanggapan sampai liputan ini dirilis. (PH)

Penanggungjawab : Heriyanto, SH

Related posts