Usai di Lantik, Al Haris Akan Mamfaatkan Gedung Eks- RS.Pertamina di Bajubang, Batanghari Untuk Pasien Covid-19

KULITINTA.ID, JAMBI – Usai dilantik menjadi Gubernur Jambi, Al Haris rencanakan akan lakukan pemamfaatan Gedung eks- Rumah Sakit Pertamina yang bertempat di kecamatan Bajubang Darat, Kabupaten Batanghari,sebagai tempat perawatan bagi pasien yang terpapar Covid-19 dalam wilayah Provinsi Jambi.

 

Hal ini di sampaikan langsung oleh Al Haris, Gubernur terpilih periode 2020 – 2021, saat rapat Paripurna di kantor DPRD Provinsi Jambi, dalam agenda penyampaian pidato Gubernur Jambi setelah satu hari di Lantik oleh Presiden.

 

“Menghadapi masa Pandemi ini, saya berencana akan manfaatkan gedung bekas Rumah Sakit Pertamina yang berada di Bajubang, Kabupaten Batanghari sebagai langkah cepat penanggulangan Covid-19 di Provinsi Jambi,” sebut Haris, Jum’at ( 09/07/2021 ),

 

“Dan Kami, saya dan Bupati Batanghari sudah berencana Rumah Sakit eks Pertamina di di Bajubang akan dijadikan tempat perawatan pasien Covid dan ini sudah kita bicarakan dengan Menteri BUMN,”lanjutnya saat menyampaikan pidato.

 

Kemudian dirinya juga menjelaskan, pada Gedung eks Rumah Sakit Pertamina tersebut merupakan bangunan yang layak untuk di gunakan bagi Pasien Covid, selain dari bangunannya yang cukup besar, Rumah Sakit Pertamina tersebut juga memiliki lapangan golf yang luas,

 

“Selain dari gedung yang cukup besar, bekas Rumah Sakit Pertaminan itu juga ada lapangan Golf yang luas yang nantinya Lapangan itu bisa kita pakai untuk pasien berjemur untuk terapi kesehatan,” paparnya.

 

Masih kata Haris, Rumah Sakit eks Pertamina tersebut nantinya akan di pinjam pakai dan dirinya juga berharap, dengan diadakannya pemamfaatan gedung eks Rumah Sakit tersebut, pemerintah juga bisa mengajak pihak Pertamina supaya bisa menyalurkan Corparate Social Responsibility ( CSR ) untuk merehab serta memaksimalkan rumah sakit Covid-19.

 

“Rencana besok saya mau meninjau ke sana, rumah sakit eks Pertamina itu dijadikan rumah sakit Covid-19 karena posisinya jauh dari publik, sehingga pasien Covid-19 dirawat di sana dan nantinya akan ama,” tandas Haris,

 

“Karena sampai saat ini pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit umum, sehingga masyarakat yang berobat sedikit ketakutan, akibatnya berdampak pada Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD ) terganggu, yang tadinya pendapatan rumah sakit umum sekian ratus miliar setahun, karena pasien Covid dirawat di sana, warga yang punya penyakit lain enggan ke rumah Sakit sehingga dampaknya pendapatan rumah sakit turun drastis, maka Kalau nanti kita pindahkan ke tempat lain, PAD dan BLUD bisa meningkat, itu yang kita harapkan,” Sambungnya.

 

Reporter : Prisal Herpani

 

Penanggung jawab : Heriyanto SH

Related posts