Pemilik Rumah Potong Ayam di Muara Tembesi Arogan, Ketua RT Ikut Di Ancam 

KULITINTA.ID, BATANGHARI – Pemilik rumah potong ayam CV Restu Ibu bernama Pay, di RT12 Lingkungan 2 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi Arogan soal dugaan Pencemaran Limbah. Bahkan, Ketua RT setempat, Mustar ikut diancam oleh keluarga pemilik rumah potong ayam tersebut, karena selama ini warga setempat mengeluh akan pencemaran limbah yang mengalir dari rumah potong ayam milik Pay ini.

“Saya sempat diancam oleh keluarga dari pemilik rumah potong ayam ini dan saya akan buat laporan polisi. Selama ini limbah potong ayam ini sudah mengganggu warga saya,” kata Mustar.

Dia mengatakan, hari ini ada beberapa orang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batanghari turun ke lokasi dan dirinya tidak mengetahui dengan turunnya instansi tersebut.

“Tiba-tiba kami pula yang dimarahinya dan arogannya pemilik rumah potong ayam ini juga membuat saya marah dan seolah-olah tidak menghormati saya sebagai ketua RT disini, kemudian keluarganya bernama Am juga ikut mengancam saya dengan mengatakan, urusan kita belum selesai dan ini urusan pribadi ya,” ujarnya.

Pada saat dilokasi rumah potong ayam ini, seorang jurnalis media ini juga sempat dicekik oleh keluarga pemilik ayam tersebut. Dan untung saja ada orang yang melerainya dan langsung dilarikan kerumah warga setempat bernama Meri.

“Orang yang memakai kaca mata dan kabarnya adik dari istri si pemilik rumah potong ayam ini menyekik saya dari belakang dan untung ada orang yang meleraikan dan dari rumah Meri langsung kerumah ketua RT lagi dan tak terlepas ada nada mengancam dari keluarga pemilik rumah potong ayam tersebut,” paparnya.

Perlu diketahui, bahwa terkait dengan dugaan Pencemaran Limbah pada rumah potong ayam, Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah turun kelokasi. Dan untuk keterangan dari hasil dugaan pencemaran ini belum bisa kita minta.

Sebelumnya, warga setempat, Yani, yang juga korban dari dugaan Pencemaran Limbah ini, bahwa dugaan Pencemaran Limbah ini sudah lama terjadi dan sama sekali tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah kelurahan dan juga kecamatan.

Reporter : Heriyanto, SH

Related posts