1.016 Varian Diwaspadai di Indonesia, Delta Terbanyak

KULITINTA.ID, JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejauh ini sudah ada 1.016 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 yang digolongkan sebagai ‘Variant of Concern (VoC)’ di Indonesia.
VoC merupakan varian yang diwaspadai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) mereka yakni B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.

Dari tiga VoC itu, varian Delta paling diwaspadai lantaran dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi dan agresif. Kemenkes bahkan menyebut, kecepatan penularan varian Delta 6 kali dari varian Alfa, sehingga mampu menciptakan penularan yang eksponensial.

Apabila dilihat dari data yang merupakan perkembangan terkini per 27 Juli 2021, dan baru-baru ini diunggah dalam situs https://www.litbang.kemkes.go.id/. Terlihat peningkatan paling progresif terjadi pada varian Delta. Dari yang sebelumnya 897 kasus pada 24 Juli, tiga hari kemudian sudah bertambah menjadi 943 kasus.

Adapun dari ratusan temuan varian itu teridentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil pengurutan genom secara keseluruhan (Whole Genome Sequence/WGS) terhadap total 3.650 spesimen yang diperiksa. WHO baru menetapkan ada empat varian yang masuk dalam kategori ini yaitu B117, B1351, B1617, dan P1. Hanya P1 yang belum teridentifikasi di Tanah Air.

Lebih lanjut, DKI Jakarta tercatat menjadi provinsi dengan temuan varian Delta terbanyak, yakni 298 kasus. Disusul Jawa Barat dengan 277 kasus, dan Jawa Tengah 164 kasus varian Delta atau dalam kurun waktu empat hari, sebanyak 10 varian Delta diidentifikasi di Jawa Tengah.

VoC merupakan varian yang memiliki mutasi yang mempengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

Berikut merupakan sebaran provinsi dan temuan kasus dari tiga varian tersebut per 27 Juli.

Varian B117 Alfa 60 kasus
Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Kepulauan Riau: 6 kasus
DKI Jakarta: 35 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Jawa Barat: 10 kasus
Jawa Timur: 2 kasus
Bali: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus

Varian B1351 Beta 13 kasus
Kalimantan Tengah: 1 kasus
DKI Jakarta: 8 kasus
Jawa Barat: 2 kasus
Jawa Timur: 1 kasus
Bali: 1 kasus

Varian B1617.2 Delta 943 kasus
Sumatera Utara: 20 kasus
Sumatera Selatan: 10 kasus
Bengkulu: 3 kasus
Lampung: 3 kasus
Jambi: 2 kasus
Kepulauan Riau: 2 kasus
Kalimantan Tengah: 4 kasus
Kalimantan Timur: 13 kasus
Kalimantan Utara: 8 kasus
DKI Jakarta: 298 kasus
Jawa Tengah: 164 kasus
Banten: 17 kasus
Jawa Barat: 277 kasus
Jawa Timur: 14 kasus
DI Yogyakarta: 20 kasus
Bali: 8 kasus
Nusa Tenggara Barat: 16 kasus
Nusa Tenggara Timur: 41 kasus
Sulawesi Selatan: 11 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
Gorontalo: 1 kasus
Papua: 10 kasus

Editor : Heriyanto, SH/Sumber : CNN Indonesia

Related posts