Pemanfaatan RS Pertamina Bajubang Muara Bulian Masih Mengambang

JAMBI (KULITINTA.ID) – Rencana Gubernur Jambi Al Haris mengubah eks RS Pertamina Bajubang menjadi tempat perawatan khusus pasien Covid-19 dalam waktu dekat masih terkendala. DPRD Provinsi Jambi menyarankan Gubernur fokus memanfaatkan gedung baru RSUD Raden Mattaher.

Seperti yang di rilis dalam Media Online Metrojambi.com, rencana menjadikan RS Pertamina sebagai rumah sakit khusus pasien Covid-19 dilontarkan Al Haris sebagai bentuk tindakan cepat penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi. Namun, tidak mudah untuk merealisasikannya.

Selain perlu kajian matang, kata Al Haris, jarak yang jauh juga memerlukan pertimbangan, selain masalah-masalah lainnya. Makanya, kini recana itu dijadikan program jangka panjang.

“Kita akan meminta bantuan Pertamina bangun rumah sakit khusus Covid-19 dalam waktu jangka panjang. Kalau jangka pendek tidak mungkin,” kata Gubernur, Rabu (25/8).

Menurut Haris, dalam situasi saat ini banyak kebutuhan mendesak. Di sisi lain banyak juga yang harus disiapkan untuk mewujudkan rumah sakit Covid-19 tersebut.

Pasien yang dirawat di rumah sakit Covid-19 juga memerlukan peralatan dan penanganan yang baik dengan pelayanan maksimal. “Tidak mungkin dalam waktu dekat kita bisa mempersiapkan itu semua. Tapi kalau jangka panjang saya pikir tidak masalah,” tambahnya.

Diakuinya, regulasi untuk mempersiapkan rumah sakit tersebut juga belum dibuat. Kesepakatan dengan Pertamina juga belum dilakukan.  “Makanya, kita akan persiapkan dulu,” sebutnya.

Gubernur melempar wacana memanfaatkan gedung eks RS Pertamina untuk pasien khusus Covid-19 Jambi dalam sidang paripurna di DPRD setelah dia dilantik sebagai Gubernur.

Katanya, soal ini sudah dibicarakan dengan Menteri BUMN. Bangunan RS Pertamina itu dinilai layak dipakai dengan lapangan golf yang luas. “Lapangan itu bisa dipakai untuk pasien berjemur untuk terapi kesehatan,” ujarnya.

Haris berharap Pertamina mau menyerahkan RS tersebut untuk dipinjam pakai. Selain itu, dia juga berharap Pertamina memanfaatkan dana CSR untuk merehab serta memaksimalkan rumah sakit tersebut.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara Abidin sepakat dengan ide merenovasi RS Pertamina untuk pasien khusus Covid-19. Namun, dia juga mendukung Gubernur mengkaji ulang untuk merealisasikan ide tersebut.

“Idenya bagus karena lokasi yang jauh dari padat penduduk. Selain itu RS itu lama terbengkalai. Kita mendorong itu dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, tapi memang dibutuhkan persiapan yang banyak, SDM yang tidak sedikit,” ujarnya.

Namun, jika renovasi tidak layak dilakukan, lanjut Pinto, sebaiknya Pemprov Jambi fokus kepada RSUD Raden Mattaher saja. “Kita fokuskan di RS Raden Mattaher, yang gedung baru,” pungkasnya.(**)

Editor: Erpan

Penanggung Jawab: Heriyanto SH

 

Related posts