Miris…!!!Sudah 20 Tahun DTA Nurul Huda di Kecamatan Mersam Tidak Tersentuhkan Sama Sekali Oleh Pemerintah

BATANGHARI (KULITINTA.ID) – Sejak  berdirinya bangunan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Nurul Huda lebih kurang sejak  20 tahun lalu yang terletak pada RT 17, RW 04 Kelurahan Kembang Paseban,  Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, dikabarkan tidak pernah sekalipun tersentuhkan oleh tangan pihak Pemerintah  setempat maupun Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi.

Hal demikian di sampaikan langsung oleh salah satu orang tua Murid yaitu Saprizal,  yang bertempat tinggal tidak jauh dari gedung DTA tempat anaknya menuntut ilmu keagamaan, ia menceritkan sejak di hibahkannya tanah yang dibangunkan gedung DTA tersebut di atas tanah milik Almarhum  H.mustar bin H. Majid Batu, sampai saat ini tidak pernah sekalipun tersentuhkan lagi  oleh pihak pemerintah.

“Sekitar 20 tahun lebih kurang lah, Madrasah itu memang dibangunkan oleh pihak Pemerintah awalnya dan Tanah tersebut milik almarhum H.Mustar Bin H.Majid Batu, orang tua dari pakte Cerda yang menghibahkan tanah lokasihnya, tapi yang kami sedihkan sampai saat ini, Madrasah itu tidak pernah tersentuhkan oleh pihak pemerintah dan sampai saat ini gedung itu sangat miris sekali, sebab lantainya sudah banyak rusak, pintu-pintunya,terus atap dag sudah banyak hancur apa lagi atap sengnya sudah banyak bocor, termasuklah fasilitas belajarnya seperti papan Tulis sangat tidak layak lagi,” Kata Saprizal kepada Media Kulitinta.id sebelum pelaksanaan shalat Jum’at, (27/08/2021) di Masjid Jami’ Rahmatullah Mersam.

Senada juga dikatakan oleh Kepala DTA Nurul Huda, Munawar S.PDI, dirinya mengatakan, selama ini memang ada benerapa kali perbaikan ringan yang dilakukan pada gedung DTA tersebut, namun pada pelaksanaan pembangunan tersebut bersumberkan hanya dari Dana Swadaya Masyarakat dan atau iuran yang di pintai dari para Wali Murid yang peduli terhadap DTA tersebut dengan cara sukarella.

“Untuk perbaikan gedung Madrasah itu pernah sih di perbaiki berapa kali, tetapi ya,,,!!! namanya dana Swadaya Masyarakat yang jelas hanya menyumbangkan secara Sukarella tanpa paksaan bisa di perkirakanlah dengan jumlah yang tidak seberapa itu cuma bisa membenahi kerusakan sampai dimana kapasitas anggarannya,” tandas Munawar.

Masih kata Munawar, dengan diadakannya pengumpulan dana swadaya, pihak pengurus DTA hanya sempat sebatas memperbaiki beberapa atap gedung DTA yang rusak berat saja sesuai kemampuan anggaran Swadaya, ia berharap kedepannya akan ada kepedulian pemerintah setempat terutama pemerintah Kabupaten ataupun Provinsi untuk bisa membantu perbaikan pada DTA tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterimakasihlah selama ini masih ada yang peduli dengan memberikan dana Swadaya untuk membantu ataupun peduli terhadap gedung pendidikan ilmu agama buat anak-anak sejak dini, dengan adanya dana swadaya yang sudah diberikan alhamdulillah walaupun cuma bisa bertahan perbaiki atap seng beberapa keping saja  dan yang terakhir di tahun 2020 kemarin kami bisa belikan kawat duri untuk pagar karangan DTA, semua itu sangat bermamfaat bagi kami,” Pungkas Munawar.

“Semoga saja kedepannya, saya pribadi sebagai Kepala DTA berharap akan ada kepedulian juga lah dari pihak pemerintah untuk bisa menganggarkan dana terhadap perbaikan gedung DTA ini, apa lagi saya sempat membaca dalam Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati saat ini, ada menyebutkan akan menganggarkan anggaran tersendiri dalam bidang pendidikan Agama, dengan demikian, kami sangat berharap bapak Fadhil Arief dan bapak H.Bakhtiar juga bisa menyalurkan bantuan itu untuk DTA Nurul Huda yang hanya berjarak 5 Meter dari jalan lintas Jambi-Muara Bungo ini,” sambung Munawar dengan penuh harap.

Saat awk Media mencoba mengkomfirmasi kepada Lurah yakni Rinto Saputra di ruangan kantornya, dirinya membenarkan, kalau DTA tersebut memang sudah sangat butuh perbaikan dan memang sudah sangat lama tak pernah tersentuhkan sama sekali oleh pemerintah sebelumnya.

“Kemarin (Selasa, 24/08) saya bersama Staff sudah melihat kondisi DTA sesuai laporan dari beberapa sumber  warga Kelurahan yang sempat menyampaikan keluhan kepada kami, memang saya lihat gedung DTA tersebut sudah layak dilakukan perbaikan, karena sangat banyak kerusakan gedung, apa lagi fasilitas untuk belajar dan mengajar nya sudah tidak layak lagi, dan banyak bocor pada atapnya dan insya Allah masalah ini juga akan segera kami bahas dan ajukan kepada bapak Bupati bersama pak camat Mersam, semoga bisa di bantukanlah harapan saya oleh Pemkab” tegas Rinto.

“Untuk siswa sendiri di sana sesauai data yang saya miliki lumayan banyak, total muridnya  berjumlah 165 Orang, kalau untuk Gurunya berjumlah 8 Orang, dan ruangan gedung itu memiliki 6 ruangan termasuk kantor kepala DTAnya,” tutup Rinto.

Pewarta: Erpan

Penanggung Jawab: Heriyanto SH

Related posts