Masyarakat Desak Pemkab Batanghari Terbitkan Aturan Fungsi Ruko, Veri: Disperindag Akan Buat Perda Terbaru

BATANGHARI (KULITINTA.ID) – Masyarakat Kabupaten batanghari Tepatnya Kelurahan Durian Luncuk kecamatan Batin XXIV, meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar membuat  kebijakan terhadap penggunaan Rumah dan Toko (Ruko) terhadap fungsi dan pemanfaatannya di Pasar durian luncuk, tidak sedikit Ruko yang di fungsikan sebagai gudang.

“Saya melihat bangunan Ruko Pemda di Kelurahan Durian Luncuk tepatnya di RT 02 RW 01 lebih banyak difungsikan sebagai gudang, semestinya dibuka, atau ada kegiatan jual beli barang setiap saat, sehingga perputaran ekonomi cepat, agar terlihat lebih hidup,” jelas feri salah satu sumber.

Masyarakat meminta kesadaran Pemkab sebagai pemilik Ruko untuk menyesuaikan dengan azas pemanfaatannya. Memang, selaku owner atau pemilik bisa menggunakan untuk apapun.

“Agar sesuai dengan asas pemanfaatannya, dalam hal ini perlu dibuatkan suatu aturan.  Karena, Ruko untuk usaha, bukan untuk penyimpanan barang, seperti yang kita lihat di beberapa titik di pasar Kelurahan Durian Luncuk,” jelasnya.

Kalau setiap Ruko dijadikan gudang, tentu aktivitas jual beli barang tidak setiap saat, karena gudang lebih banyak tertutup. Jika demikian, kebanyakan Ruko yang di bangun Pemkab hanya di jadikan gudang semua, sama saja pasar tersebut terlihat seperti mati.

“Yang namanya pasar itu kan jantungnya kota, pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. Untuk itu, pelaku pasar lebih aktif, dan jangan apatis. Pemda dalam hal ini, harus mensosialisasikan kepada penyewa agar harus komitmen jangan dijadikan gudang, buatlah gudang tempat lain,” jelasnya lagi.

“Kalau Ruko dijadikan gudang, jelas kota tidak akan hidup, karena tidak ada kegiatan  jual beli yang instan, melainkan waktu tertentu saja. Seiring dengan perubahan zaman lama kelamaan pasar tertua yang ada di Kelurahan Durian Luncuk tersebut akan mati akibat banyaknya penyewa yang mengunakannya sebagai gudang dan  tentunya tidak ada peningkatan dari tahun ke tahun ,” tegas Feri kembali.

Menindaki dari permesalahan tersebut, maka awak Media online Kulitinta.id mencoba mengomfirmasikan langsung kepada Camat Batin XXIV. Saat Media mendatangi Camat ke Kantornya, disaat itu pula Camat sedang tidak berada dikantornya dikarenakan sedang mengadakan Musyawara Desa (Musdes) di Desa Jelutih. Selanjutnya awak Mediapun langsung mengomfirkan kepada Camat Melalui Via pesan singkat Watshapp (WA) dan Camatpun mengatakan untuk permesalah Ruko tersebut bukan wewenang nya, tetapi langsung diambil alih oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Maaf dindo, saya lagi ada rapat di luar, terkait permesalahan penggunaan Ruko yang dindo maksudkan, itu bukan kami dari kecamatan yang mengelolah, tetapi langsung ke Disperindag, atau kalau tidak dindo langsung komfirmasi ke Lurah Luncuk saja biar lebih jelas,” pungkas Erwin S.SOS Senin, (30/08/2012)

Saat dikomfirmasi kembali kepada Lurah Luncuk, saat itu Lurahpun sedang pergi ke Muara Bulian, namun dalam hal ini di jelaskan kembali oleh Sahril selaku Kasi Pemb Kelurahan mejelaskan, Ruko tersebut berada pada pasar tertua di Kelurahan Luncuk, tetapi untuk pengelolahnya pihak Kelurahanpun tidak tahu pasti Ruko tersebut di kelolah langsung oleh Kecamatan atau Pemda langsung.

“Kalau masalah Ruko itu bang posisinya pada pasar Jum’at, itu memang pasar tertua di sini, namun pasar itu merupakan pasar mingguan yang dinamakan pasar Juma’t dan kalau masalah pasar bukam kami yang urus restribusi penyetorannya, tetapi itu di pegang oleh pihak LPM langsung,” jelasnya.

“Nah, selanjutnya kalau masalah penyetorannya dari LPM ke Camat dulu atau langsung ke Pemda, kami juga kurang tahu bang,” sambung Sahril.

Di tempat yang berbedapun pihak pemda dalam hal ini Veri, sebagai Kepada Bidang (Kabid) Perdagangngan  mengmyampaikan saat dikomfirmasi Via Telephon, dirinya mengatakan untuk permesalahan Ruko di Kelurahan Luncuk tersebut dalam hal pembayaran sewa atau setoran Restribusinya memang langsung di kelolah oleh Disperindag, tetapi jika ingin membahas fungsi penggunaannya sampai saat ini pihaknya belum bisa banyak berkomentar, karena persoalan tersebut memang belum ada dalam aturan Perda.

“Terkait persoalan Ruko di Kelurahan Luncuk itu abang merupakan Media yang kesekian kalinya mempertanyakan Ruko tersebut, maka saya jelaskan sedikit bang. Untuk Ruko itu sendiri memang langsung dikelolah oleh Pemda langsung dan untuk pembayaran sewanya alhamdulillah sampai saat ini tidak ada permesalahan, walaupun memang pada dasarnya, Ruko tersebut digunakan tidak sesuai seperti yang diharapkan Masyarakat untuk tempat bertransaksi supaya Ruko tersebut terlihat selalu aktif tidak seperti pasar mati yang dibuat menjadi Gudang pada saat ini,” tandas Veri.

“Namun, kami selaku pihak Pemda dalam hal ini sebagai Dinas perdaganggan sudah merencanakan, kedepannya untuk permesalahan aturan Fungsional atau aturan kewajiban penyewa Ruko itu akan kami buat dan ajukan didalam Perda terbaru tetang, bagi siapa saja yang memakai atau menggunakan bangunan Ruko milik Pemda, semua harus memberlakukan sebagai tempat transaksi jual beli dengan sebenarnya, sehingga kedepannya tidak ada lagi Masyarakat pengguna Ruko Pemda yang mebuat Ruko hanya sebagai tempat penyimpnan Barang,” sambung Veri.

Masih kata Veri, terkait permesalahan Ruko tersebut sebenarnya bukan hanya terjadi di Kelurahan Luncuk saja yang tidak memfungsikan dengan baik, namun di Kecamatan Muara Tembesi termasuk di Muara Bulianpun juga terjadi hal demikian.

“Kalau kita bahas pengelolaan Ruko itu tidak sesuai harapan, sebenarnya bukan di Luncuk saja, tetapi di BBC dan Pal V Tembesipun juga demikian, banyak Ruko yang di sewakan namun tidak dimamfaatkan sesuai tujuannya, sehingga kamipun selaku Disperindak tidak bisa banyak bicara lagi disebabkan permesalahan tersebut memang belum dicantumkan kedalam Perda,” tutup Veri, Sabtu (30/08)

Pewarta: Erpan

Penanggung jawab: Heriyanto SH

Related posts